BAIC T1 Meluncur di Indonesia, Bidik 16 Persen Pasar Crossover EV
JAKARTA, iNews.id – PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) resmi meluncurkan BAIC T1, mobil listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) pertamanya di pasar Indonesia. Kehadiran crossover listrik premium ini sekaligus menjadi langkah awal BAIC dalam menjalankan strategi New Energy Vehicle (NEV) di Tanah Air.
Melalui BAIC T1, perusahaan menargetkan penjualan 1.000 unit hingga akhir 2026 serta menguasai 16 persen pangsa pasar di segmen premium hatchback crossover EV.
Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan peluncuran BAIC T1 bukan sekadar menghadirkan model listrik baru, tetapi menjadi fondasi jangka panjang BAIC dalam mengembangkan bisnis kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
"Peluncuran BAIC T1 merupakan langkah strategis kami dalam memasuki era New Energy Vehicle di Indonesia. Kami tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik baru, tetapi membangun fondasi jangka panjang bagi BAIC Indonesia untuk terus berkembang bersama perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan industri otomotif nasional," katanya, saat peluncuran di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7/2026).
Dia menilai pertumbuhan pasar kendaraan listrik murni di Indonesia yang mencapai 78 persen menunjukkan kendaraan elektrifikasi telah menjadi arah masa depan industri otomotif nasional.


Menurutnya, BAIC kini telah memiliki portofolio kendaraan yang lengkap, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Ke depan, BAIC juga berencana menghadirkan model SUV, sedan, MPV, termasuk teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Dhani mengungkapkan BAIC T1 dipasarkan menggunakan skema Completely Built-Up (CBU) sebagai tahap awal untuk mempercepat penetrasi pasar. Selanjutnya, perusahaan menargetkan tingkat kandungan lokal (TKDN) atau CKD mencapai 60 persen pada 2027.
"Kami yakin strategi ini tidak hanya akan memperkuat positioning BAIC sebagai salah satu pemain New Energy Vehicle di Indonesia, tetapi juga memperluas basis pelanggan, meningkatkan daya saing perusahaan, serta mendorong pertumbuhan market share BAIC secara berkelanjutan," ujarnya.
Kehadiran BAIC T1 didukung kinerja positif perusahaan sepanjang Semester I 2026. BAIC Indonesia mencatat penjualan wholesales sebanyak 382 unit atau naik 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kontributor terbesar berasal dari BAIC BJ30 yang terjual 214 unit atau sekitar 56 persen dari total penjualan. Sementara BAIC BJ40 Plus mencatatkan penjualan 119 unit dan BAIC X55 II sebanyak 49 unit.
Dari sisi produk, BAIC T1 merupakan pengembangan dari sub-brand premium BAIC Group, Arcfox. Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.572 mm, serta wheelbase 2.770 mm yang diklaim menjadi yang terpanjang di kelasnya.
Mobil listrik ini dibekali baterai berkapasitas 42,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 425 kilometer berdasarkan standar CLTC. Pengisian cepat DC Fast Charging memungkinkan baterai terisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit.
BAIC T1 juga dilengkapi 12 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), panoramic sky roof berukuran 2,34 meter persegi, fitur Automatic Parking Assist, Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 3.500 watt, Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, konektivitas smartphone, serta sistem audio enam speaker.
Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, BAIC Indonesia menawarkan garansi kendaraan selama enam tahun atau 160.000 kilometer, garansi baterai delapan tahun atau 160.000 kilometer, serta gratis servis selama empat tahun atau 80.000 kilometer.
Sebelum diperkenalkan lebih luas pada GIIAS 2026, BAIC Indonesia membuka masa pre-booking BAIC T1 pada 9-30 Juli 2026.
Di pasar Indonesia, BAIC T1 akan dijual di rentang harga perkiraan Rp300 jutaan. Mobil ini akan bersaing dengan Aion UT, BYD Dolphin, dan Geely EX5.
Editor: Dani M Dahwilani