Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Hanya Jalanan Beraspal, Produsen Kembangkan Ban untuk Kendaraan Pertanian
Advertisement . Scroll to see content

Ban Mobil Tipis Sebelah, Ini Penyebabnya

Senin, 21 September 2026 - 08:42:00 WIB
Ban Mobil Tipis Sebelah, Ini Penyebabnya
Ban mobil yang terlihat lebih gundul pada salah satu sisi atau tipis sebelah jangan dianggap masalah sepele. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ban mobil yang terlihat lebih gundul pada salah satu sisi jangan dianggap sebagai masalah sepele. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada tekanan ban, sistem suspensi, hingga keselarasan roda yang dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.

Keausan ban yang tidak merata juga dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Lantas, apa saja penyebab ban mobil habis sebelah. Dilansir dari laman Suzuki berikut ulasannya.

1. Tekanan Angin Tidak Sesuai

Tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan menjadi salah satu penyebab keausan ban tidak merata. Tekanan yang terlalu rendah dapat membuat bagian sisi ban lebih cepat terkikis.

Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat bagian tengah telapak ban lebih cepat aus. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memeriksa tekanan ban secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

2. Beban Kendaraan Berlebih

Muatan yang terlalu berat, terlebih jika distribusinya tidak merata, dapat memberikan tekanan lebih besar pada roda tertentu. Kondisi ini membuat ban di sisi tersebut bekerja lebih berat dan berpotensi mengalami keausan lebih cepat.

Selain memengaruhi kondisi ban, distribusi beban yang tidak seimbang juga dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.

3. Shockbreaker Bermasalah

Shockbreaker yang lemah atau mengalami kebocoran tidak mampu meredam guncangan secara optimal. Akibatnya, kontak ban dengan permukaan jalan menjadi tidak sempurna dan keausan dapat terjadi secara tidak merata.

Gejala shockbreaker bermasalah antara lain mobil terasa limbung saat menikung, muncul bunyi dari area suspensi, atau terlihat rembesan oli pada shockbreaker.

4. Sudut Camber Tidak Tepat

Camber merupakan sudut kemiringan roda jika dilihat dari bagian depan kendaraan. Sudut camber yang terlalu negatif atau positif dapat membuat permukaan ban tidak menapak secara merata.

Akibatnya, salah satu sisi telapak ban menerima gesekan lebih besar sehingga lebih cepat gundul dibandingkan sisi lainnya.

5. Sudut Toe Tidak Sesuai

Selain camber, pengaturan toe juga berpengaruh terhadap keausan ban. Toe berkaitan dengan arah hadap roda jika dilihat dari atas kendaraan.

Pengaturan toe yang tidak tepat dapat membuat ban seperti terseret ketika mobil melaju. Kondisi tersebut meningkatkan gesekan dengan permukaan jalan dan mempercepat keausan pada bagian tertentu.

6. Gaya Mengemudi Agresif

Kebiasaan melakukan akselerasi mendadak, pengereman keras, atau menikung dengan kecepatan tinggi dapat memberikan tekanan besar pada ban.

Gaya mengemudi tersebut juga dapat mempercepat keausan telapak ban. Berkendara dengan akselerasi dan pengereman yang lebih halus dapat membantu menjaga umur pakai ban.

Mengatasi Ban Mobil Habis Sebelah

Jika ban sudah mengalami keausan parah, penggantian ban menjadi langkah yang perlu dilakukan. Periksa pula indikator keausan atau Tread Wear Indicator (TWI) pada telapak ban untuk mengetahui apakah ban masih layak digunakan.

Pemilik mobil juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap sistem kaki-kaki. Komponen seperti ball joint, bushing, tie rod, dan shockbreaker perlu diperiksa apabila ditemukan kelonggaran atau posisi roda yang tidak normal.

Spooring dan balancing juga penting dilakukan untuk menjaga keselarasan serta keseimbangan roda. Jika sudut roda tidak sesuai, spooring diperlukan untuk mengembalikannya ke spesifikasi yang direkomendasikan.

Selain itu, rotasi ban secara berkala dapat membantu membuat tingkat keausan lebih merata. Namun, pola rotasi perlu disesuaikan dengan jenis ban dan rekomendasi pabrikan.

Pemilik kendaraan juga sebaiknya memeriksa tekanan angin secara rutin. Informasi tekanan yang tepat biasanya tercantum pada stiker di bagian pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Ban yang habis sebelah pada dasarnya bukan hanya persoalan ban, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem kendaraan. Sebab itu, jika ditemukan keausan tidak merata, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui dan diperbaiki sebelum memengaruhi keselamatan berkendara.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut