Bangun Mobil Listrik, Utang Perusahaan China Ini Tembus Rp1.603 Triliun

Dani M Dahwilani ยท Senin, 09 September 2019 - 07:29 WIB
Bangun Mobil Listrik, Utang Perusahaan China Ini Tembus Rp1.603 Triliun

Utang Evergrande Group mencapai 113,7 miliar dolar AS atau setara Rp1.603 triliun pada semester pertama. (Foto: Carscoops)

BEIJING, iNews.id - Perusahaan asal China, Evergrande Group berambisi menjadi produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar di dunia. Namun, langkah mereka dibayangi utang perusahaan yang menggunung.

Bloomberg melaporkan, pinjaman perusahaan berbasis properti ini mencapai 113,7 miliar dolar AS atau setara Rp 1.603 triliun pada semester pertama, naik 20 miliar dolar AS pada awal tahun. Dari jumlah itu, sekitar 53 miliar dolar AS akan jatuh tempo dalam 10 bulan ke depan, dan 75 persen dalam dua tahun ke depan.

Diketahui, salah satu alasan ledakan utang adalah semua uang yang dikeluarkan perusahaan untuk pengembangan kendaraan listrik. "Evergrande akan menghadapi tekanan likuiditas terbesar setidaknya dalam dua tahun," ujar analis kredit Lucror Analytics Pte, Zhou Chuanyi.

“Lebih sulit meminjam uang, dan mereka punya banyak utang untuk dibayar. Kedua jenis tekanan ini akan meremasnya pada saat bersamaan,” katanya.

Perusahaan sendiri telah berjanji mengungkap mobil listrik pada akhir Juni lalu, tetapi gagal. Meski demikian, mereka masih percaya bisa menjadi produsen EV terbesar di dunia dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Menurut Bloomberg, Evergrande telah menghabiskan lebih dari 3,6 miliar dolar AS sejak akhir tahun lalu di banyak perusahaan EV, termasuk membeli saham produsen motor listrik in-wheel, bagian dari produsen baterai Faraday Future, saham Koenigsegg dan NEVS, serta jaringan penjualan mobil.


Editor : Dani Dahwilani