Bangun Platform Baru, Produsen Mobil Ternyata Harus Keluarkan Dana Minimal Rp15 Triliun

Dani M Dahwilani ยท Senin, 03 Februari 2020 - 07:09 WIB
Bangun Platform Baru, Produsen Mobil Ternyata Harus Keluarkan Dana Minimal Rp15 Triliun

Membangun platform baru perusahaan sedikitnya harus mengeluarkan biaya 1 miliar euro. (Foto: Autoevolution)

JAKARTA, iNews.id - Seiring dengan perkembangan teknologi, model-model kendaraan dibuat lebih mutakhir menyesuaikan aturan dan kebutuhan pengembangan produk. Tak heran, produsen mobil harus membangun platform baru untuk model kendaraannya.

Misal, platform kendaraan hybrid dan listrik berbeda dengan mobil konvensional. Produsen harus menyesuaikan agar cocok dengan model kendaraan dan teknologi yang disematkan, serta dibuat lebih rigid (kuat dan ringan).

Namun, biaya untuk mengembangkan platform baru tidak sedikit. Sebab itu, banyak produsen mobil membangun satu platform untuk digunakan berbagai model kendaraannya.

Berapa biaya untuk membangun satu platform kendaraan? Juergen Pieper, analis mobil di Metzler mengungkapkan, membangun platform baru perusahaan sedikitnya harus mengeluarkan biaya 1 miliar euro atau sekitar Rp15,2 triliun. "Itu untuk penelitian dan pengembangan selama 6 tahun," katanya, seperti dilansir dari Reuters.

Atas dasar itu, beberapa produsen mobil berusaha membawa sebanyak mungkin komponen umum dalam kendaraan generasi berikutnya. Sebagai contoh Golf 7 dan 8 model Volkswagen memiliki dasar (platform) yang sama.

Demkian pula Toyota. Raksasa otomotif Jepang ini memiliki platform baru bernama Toyota New Global Architecture (TNGA). Platform ini telah disematkan di banyak model kendaraannya.

Sementara Suzuki punya platfporm baru Heartrect. Platform ini diklaim lebih ringan hingga 30 kg dibanding sasis standar dengan dimensi yang sama.

Sementara MINI masih mempertahankan platform UKL1 sejak 2014. Mereka urung mengembangkan platform baru karena biayanya yang sangat mahal.

Editor : Dani Dahwilani