Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Resmi Digelar, Ini Panduan Lengkap Berkunjung ke GIIAS 2026 Saat Akhir Pekan
Advertisement . Scroll to see content

Banyak Mobil Hybrid hingga EV Masuk Indonesia, Suzuki Optimistis Punya Jaringan Luas

Selasa, 04 Agustus 2026 - 20:10:00 WIB
Banyak Mobil Hybrid hingga EV Masuk Indonesia, Suzuki Optimistis Punya Jaringan Luas
Suzuki meyakini transformasi menuju kendaraan rendah emisi membutuhkan waktu sehingga setiap teknologi elektrifikasi memiliki peluang berkembang. (Foto: Dani/iNews id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Persaingan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin ketat dengan banyak pabrikan, terutama asal China, meluncurkan model baru berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Range Extended Electric Vehicle (REEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV) di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tetap optimistis mampu bersaing berkat strategi multipathway dan jaringan dealer yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Marketing and Value Chain 4W Department Head PT SIS, Randy R Murdoko mengatakan, Suzuki terus memantau perkembangan persaingan di pasar otomotif. Namun, secara global perusahaan tetap berpegang pada strategi multipathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi sesuai kebutuhan konsumen.

"Oke, jadi kalau lihat persaingnya, tentu kita selalu memonitor begitu ya, kita selalu memonitor persaingnya, tapi sekali lagi, secara konsep yang ingin disampaikan atau yang dimiliki oleh Suzuki secara global kan multipathway," ujar Rendy saat berbincang dengan media di GIIAS 2026.

Dia menjelaskan, Suzuki tidak hanya mengembangkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), tetapi juga hybrid hingga kendaraan listrik murni (BEV). Menurutnya, keputusan menghadirkan produk tertentu selalu didasarkan pada kebutuhan konsumen di lapangan.

"Kita mencoba menyediakan seluruh opsi powertrain. Kita punya internal combustion engine (ICE), kita punya hybrid, kita juga punya BEV, kita sekarang juga punya BEV. Tapi sekali lagi, yang pertama adalah kami pasti selalu melakukan evaluasi terhadap kebutuhan atau permintaan dari customer Suzuki di lapangan," katanya.

Randy menilai salah satu kekuatan utama Suzuki dibanding para kompetitor adalah jaringan penjualan dan layanan purnajual yang telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan kendaraan elektrifikasi yang semakin ramai.

"Marketnya Suzuki kan luas. Kami enggak hanya bertumbuh sama kota-kota besar, tapi juga hampir seluruh wilayah. Mungkin saya izin nambahin, outlet kita kan sekarang 300 lebih ya. Termasuk terbanyak di Indonesia, benar-benar dari Aceh sampai Papua," ujarnya.

Suzuki juga masih melihat teknologi hybrid sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Teknologi tersebut dinilai menjadi jembatan bagi konsumen sebelum beralih ke kendaraan listrik sepenuhnya.

"Yang kedua adalah hybrid yang kita miliki saat ini kan itu sebagai bridging. Begitu kan, langkah awal untuk bisa men-save customer Suzuki. Selama konsumen meminta ya, Suzuki pasti akan merespons itu," kata Randy.

Suzuki meyakini transformasi menuju kendaraan rendah emisi membutuhkan waktu sehingga setiap teknologi elektrifikasi, baik hybrid, PHEV, REEV maupun BEV, memiliki peluang berkembang di Indonesia. Banyaknya pilihan kendaraan ramah lingkungan, perusahaan optimistis persaingan yang sehat akan mendorong inovasi sekaligus mempercepat adopsi teknologi elektrifikasi di pasar otomotif nasional.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut