Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nama Denza Berubah Jadi Danza, Begini Penjelasan BYD
Advertisement . Scroll to see content

BYD Bawa Teknologi Flash Charging ke Indonesia, Isi Baterai Cuma 5 Menit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:22:00 WIB
BYD Bawa Teknologi Flash Charging ke Indonesia, Isi Baterai Cuma 5 Menit
Teknologi Flash Charging BYD sudah hadir di Indonesia. (Foto: Dani M Dahwilani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - BYD membawa teknologi pengisian daya supercepat atau Flash Charging ke Indonesia. Teknologi yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua ini mampu mengisi daya baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 70 persen hanya 5 menit.

Bahkan, pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya membutuhkan waktu 9 menit dalam kondisi lingkungan normal. Teknologi ini dikembangkan untuk memangkas waktu pengisian baterai kendaraan listrik agar mendekati waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

"Hari ini menjadi hari istimewa bagi otomotif di Indonesia. Kami menghadirkan teknologi Genaration Blade Baterai Generasi kedua dengan teknologi Flash Charging di Indonesia," ujar Vice President of BYD Co Ltd sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang di Jakarta, Rabu (14/10/2026). 

Teknologi Flash Charging BYD sudah hadir di Indonesia. (Foto: Dani M Dahwilani)
Teknologi Flash Charging BYD sudah hadir di Indonesia. (Foto: Dani M Dahwilani)

Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li menjelaskan  Flash Charging bekerja bersama Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan BYD untuk meningkatkan kecepatan pengisian daya, kepadatan energi, serta ketahanan baterai terhadap degradasi.

"Blade Battery generasi kedua memiliki kepadatan energi lebih dari 5 persen dibandingkan generasi pertama. Peningkatan tersebut juga memungkinkan kendaraan listrik mencapai jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan pengujian standar CLTC di China," katanya.

Salah satu model yang menggunakan teknologi baterai tersebut adalah Danza Z9GT. Mobil ini diklaim memiliki jarak tempuh hingga 701 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Dia menerangkan kemampuan pengisian daya dalam hitungan menit tidak hanya bergantung pada charger berdaya tinggi, tetapi juga teknologi baterai yang digunakan. BYD mengembangkan sistem transportasi ion bernama FlashPass pada Blade Battery generasi kedua. Sistem ini dirancang untuk mempercepat perpindahan ion lithium sekaligus mengurangi resistansi internal dan panas selama proses pengisian.

FlashPass menggabungkan tiga teknologi utama yang bekerja pada katoda, elektrolit, dan anoda baterai. Pertama, Flash-Release Cathode menggunakan arsitektur partikel bertingkat untuk mendukung pelepasan ion lithium dengan cepat. Kedua, Flash-Flow Electrolyte mengoptimalkan konduktivitas ionik menggunakan pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Teknologi Flash Charging BYD sudah hadir di Indonesia. (Foto: Dani M Dahwilani)
Teknologi Flash Charging BYD sudah hadir di Indonesia. (Foto: Dani M Dahwilani)

Ketiga, Flash-Intercalate Anode menggunakan desain kanal migrasi untuk mengurangi hambatan pergerakan ion lithium sehingga proses pengisian berlangsung lebih cepat.

BYD juga mengoptimalkan struktur partikel grafit pada anoda agar perpindahan ion lithium lebih lancar. Selain itu, perusahaan mengembangkan lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI) yang tipis dan kuat untuk mendukung konduktivitas ionik sekaligus menjaga stabilitas kimia baterai.

"Dari sisi ketahanan, Blade Battery generasi kedua mengalami peningkatan ketahanan terhadap degradasi sebesar 2,5 persen dibandingkan generasi sebelumnya," ujar Richard Li.

Charger Berdaya 1.500 kW

Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia, Ubaedilah menuturkan untuk mendukung pengisian daya supercepat, BYD mengembangkan Flash Charger dengan daya hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor. Teknologi tersebut sebagai charger produksi massal dengan daya tertinggi di dunia yang menggunakan satu konektor.

Kemampuan pengisian daya hingga 1.500 kW membutuhkan dukungan infrastruktur yang sesuai, termasuk sistem kelistrikan dan baterai kendaraan yang kompatibel. Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan listrik, BYD mengintegrasikan sistem penyimpanan energi dengan infrastruktur pengisian daya.

"Sistem tersebut memiliki dua fungsi utama, yakni menyimpan energi sebagai cadangan dan menyediakan tambahan daya ketika kendaraan membutuhkan pengisian berdaya tinggi," kata Ubaedilah 

Dia menyebutkan dengan pendekatan ini, kebutuhan daya besar saat pengisian tidak sepenuhnya dibebankan secara langsung kepada jaringan listrik. Sistem tersebut dirancang untuk membantu menjaga kestabilan pasokan listrik sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi.

Dari sisi penggunaan, Flash Charger dilengkapi desain kabel dengan mekanisme rel geser yang memudahkan pengguna menyesuaikan posisi konektor dengan port pengisian kendaraan.

Charger ini juga menggunakan mekanisme katrol berbentuk T untuk membantu menopang kabel, konektor yang dirancang ringan, serta fitur Plug & Charge yang memungkinkan proses pengisian dimulai melalui koneksi langsung antara kendaraan dan charger.

Lolos Pengujian Keselamatan Ekstrem

Ubaedilah menerangkan di tengah kemampuan pengisian daya berkecepatan tinggi, BYD menyoroti aspek keselamatan Blade Battery generasi kedua. Baterai tersebut telah menjalani serangkaian pengujian keselamatan yang melampaui standar nasional terbaru di China. Baterai ini memenuhi standar International Electrotechnical Commission (IEC) yang relevan dan telah memperoleh sertifikasi.

"Dalam pengujian yang menggabungkan Flash Charging dengan uji tusuk paku atau nail penetration, BYD menyatakan baterai tidak mengalami thermal runaway, mengeluarkan asap, maupun terbakar. Hasil serupa dilaporkan setelah pengujian dilakukan melalui 500 siklus Flash Charging," ujarnya.

Pengujian lainnya dilakukan dengan memicu hubungan arus pendek secara paksa pada empat sel baterai secara bersamaan. Menurutnya, paket baterai tidak mengalami thermal runaway, kebakaran, maupun ledakan.

Baterai tersebut juga menjalani pengujian benturan pada bagian bawah kendaraan menggunakan energi hingga 10 kali lipat dari energi yang dipersyaratkan dalam standar pengujian China. Dalam pengujian menggunakan bola baja dengan energi benturan 1.500 joule, BYD menyatakan tidak terjadi kebakaran maupun ledakan.

Jaringan Flash Charging

Ubaedilah menyebutkan BYD tidak hanya mengembangkan baterai dan charger, tetapi juga membangun ekosistem pendukung Flash Charging. Hingga 7 Oktober 2026, perusahaan mencatat telah membangun 12.165 stasiun Flash Charging di China.

Ekosistem tersebut mencakup teknologi baterai, charger berdaya tinggi, penyimpanan energi, desain konektor, aplikasi, hingga sistem pembayaran.

Dia menyebutkan kehadiran teknologi ini di Indonesia menjadi salah satu perkembangan penting dalam infrastruktur kendaraan listrik. Namun, penerapannya secara luas akan bergantung pada kesiapan jaringan pengisian daya, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta kompatibilitas kendaraan.

"Flash Charging saat ini telah dibangun di 10 titik jaringan dealer Danza di Indonesia . Kami akan membangun 100 titik Flash Charging hingga akhir tahun di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Jawa," kata Ubuedilah.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut