Chery Uji Keahlian Teknisi di Indonesia Tangani Mobil ICE hingga EV
JAKARTA, iNews.id - Chery Indonesia menguji kemampuan teknisi dalam menangani berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) hingga kendaraan listrik (EV). Pengujian dilakukan melalui Chery Technician Skill Contest 2026 yang digelar pada 25-26 September 2026.
Sebanyak 212 teknisi dari jaringan Chery di Indonesia mengikuti proses seleksi secara berjenjang. Dari jumlah tersebut, 12 teknisi lolos ke tingkat regional dan lima teknisi terbaik melaju ke babak final nasional.
Dalam kompetisi ini, kemampuan peserta tidak hanya dinilai dari penguasaan teori. Mereka juga diuji dalam melakukan diagnosis, pemeriksaan, pengukuran teknis, hingga penanganan masalah pada kendaraan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Materi pengujian mencakup kendaraan ICE, battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Peserta juga menghadapi materi terkait produk terbaru, technical bulletin, pre-delivery inspection, perawatan berkala, serta troubleshooting.
Pada babak final nasional, pengujian mencakup prosedur keselamatan kerja, diagnosis kendaraan, analisis materi, penggunaan alat, hingga komunikasi data antarmodul. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan akurasi diagnosis, ketepatan penanganan masalah, efisiensi waktu, serta kepatuhan terhadap standar teknis.
“Melalui program ini, kami ingin setiap teknisi Chery memiliki ruang untuk berkembang dan mencapai kompetensi yang selaras dengan standar global. Kompetensi yang semakin kuat akan mendukung layanan purnajual yang lebih optimal dan efisien, sekaligus memberikan rasa tenang bagi konsumen sepanjang masa kepemilikan kendaraan Chery,” ujar Aftersales Director Chery Business Unit, Denny MT dalam keterangan pers dilansir Kamis (6/10/2026).
Penguasaan teknologi kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu bagian penting dalam kompetisi tersebut. Teknisi dituntut memahami sistem tegangan tinggi, manajemen baterai, motor listrik, perangkat elektronik, diagnosis, serta prosedur keselamatan.
Ini menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi elektrifikasi di industri otomotif. Kemampuan teknisi tidak hanya diperlukan untuk kendaraan konvensional, tetapi juga mencakup sistem kelistrikan dan elektronik yang digunakan pada kendaraan elektrifikasi.
Setelah melalui rangkaian pengujian teori dan praktik, Rafael Nistel Rooy Surentu dari OAP Manado meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Dede Saehuna dari Bintang Mitra Purwokerto, dan Slamet Widodo dari AEM Yasmin Bogor berada di posisi ketiga.
Teknisi terbaik tingkat nasional selanjutnya berkesempatan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional. Ajang tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi teknisi sekaligus kesempatan untuk bertukar pengetahuan dengan teknisi Chery dari berbagai negara.
Editor: Dani M Dahwilani