Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Kengerian Crane Timpa Kereta di Thailand Tewaskan 32 Orang, Penumpang Terlempar
Advertisement . Scroll to see content

Daimler Ekspor Perdana Bus Mercedes Buatan Cikarang ke Thailand

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:01:00 WIB
Daimler Ekspor Perdana Bus Mercedes Buatan Cikarang ke Thailand
Daimler mengekspor bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dari pabrik perakitan DCVMI di Cikarang menuju Thailand. (Foto: Daimler)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idDaimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan ekspor kendaraan niaga nasional. Kedua entitas ini melepas satu unit bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dari pabrik perakitan DCVMI di Cikarang menuju pelabuhan dikirim ke Thailand.

Bus Mercy yang diekspor tersebut menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama produksi PT Laksana Bus Manufaktur. Kendaraan ini dirancang khusus untuk memenuhi regulasi internasional, sekaligus menyesuaikan dengan persyaratan pasar Thailand, baik dari sisi keselamatan, emisi, maupun spesifikasi teknis.

Pengiriman ini menandai ekspor perdana bus Mercedes-Benz yang sepenuhnya dirakit di Indonesia ke Thailand. Capaian tersebut menjadi bukti sinergi antara teknologi sasis Mercedes-Benz yang telah teruji secara global dengan kapabilitas industri karoseri nasional, yang mampu memenuhi standar keselamatan dan emisi Eropa serta regulasi lokal negara tujuan di kawasan ASEAN.

Ekspor perdana ini juga menegaskan kolaborasi strategis antara DCVMI dan industri karoseri bus Indonesia dalam menghadirkan solusi kendaraan siap ekspor. Kolaborasi tersebut dinilai krusial dalam memperluas jangkauan pasar Indonesia di sektor kendaraan niaga regional.

Langkah ekspor ke Thailand merupakan bagian dari komitmen jangka panjang DCVMI dan DCVI menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan berkualitas. Tidak hanya melayani kebutuhan pasar domestik, Indonesia juga diproyeksikan menjadi basis produksi untuk pasar internasional, khususnya ASEAN.

Pencapaian ini sejalan dengan pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan pabrik perakitan baru DCVMI di Cikarang pada Juni 2025. 
“Pemerintah mengapresiasi pembangunan pabrik baru PT DCVMI di Cikarang sebagai langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan Daimler Truck AG terhadap prospek positif industri otomotif nasional Indonesia. Kami sangat menghargai komitmen untuk memperkuat pasar ekspor, membangun rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Agus.

Direktur Utama DCVMI, Shravana T Kumar menegaskan ekspor ini mencerminkan kesiapan Indonesia dalam menyediakan solusi bus lengkap berstandar global.

“Peluncuran ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyediakan solusi bus lengkap yang memenuhi standar keselamatan Eropa dan regional yang ketat. Dari fasilitas Cikarang, kami tidak hanya memproduksi kendaraan tetapi juga membangun kepercayaan global terhadap kemampuan manufaktur Indonesia,” kata Shravana, dalam keterangan pers Kamis (15/1/2026).

Dia menuturkan sejak peresmian pabrik, DCVMI telah menargetkan pengembangan strategi ekspor sebagai fokus utama. “Ekspor OH 1626 L Euro 5 ke Thailand mencerminkan komitmen kami terhadap kualitas, keselamatan, dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Dari sisi teknis, sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dibekali sejumlah fitur keselamatan utama. Di antaranya sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) sebagai standar, konfigurasi mesin belakang untuk keseimbangan dan stabilitas kendaraan, serta rangka sasis yang kokoh guna menunjang ketahanan dan integritas struktural.

Bus ini telah memenuhi standar keselamatan internasional, seperti UNECE R66 untuk perlindungan saat kecelakaan terbalik, UNECE R118 untuk material interior tahan api, serta ECE R43 untuk kaca keselamatan bersertifikat.

Perlindungan penumpang juga diperkuat melalui penggunaan kursi dan titik pengikat sesuai standar UNECE R80, sabuk pengaman standar UNECE R14, serta pintu darurat yang disesuaikan dengan regulasi Thailand. Pintu darurat tersebut dilengkapi tanda bercahaya dan kunci eksternal yang dapat dipecahkan dalam kondisi darurat. Selain itu, desain lampu depan baru dikembangkan untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan, khususnya bagi pasar ekspor internasional.

Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman menyebutkan unit ekspor ini menjadi bukti daya saing industri karoseri nasional.

“Unit ekspor ini membuktikan bahwa bodi bus buatan Indonesia dapat sepenuhnya memenuhi standar keselamatan Eropa sekaligus persyaratan pasar khusus di Thailand. Kolaborasi erat dengan DCVMI menghasilkan produk yang menggabungkan keselamatan, kenyamanan, dan desain kontemporer,” ujarnya.

Atas peluncuran ini, posisi Indonesia sebagai basis manufaktur andal bagi Daimler Truck di kawasan ASEAN semakin menguat. Perpaduan standar teknik global dan kemitraan lokal dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekspor, menciptakan nilai tambah industri, serta memperkuat ketahanan rantai pasok regional dalam jangka panjang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut