Dashboard Mobil Bau Apek? Ini Bagian Kabin Wajib Diperiksa
JAKARTA, iNews.id - Dashboard mobil berbau apek sering menjadi tanda adanya masalah pada sistem pendingin atau bagian kabin yang lembap. Meski permukaan dashboard terlihat bersih, sumber aroma tidak sedap bisa berasal dari komponen yang tersembunyi di balik panel.
Bau apek biasanya semakin terasa saat AC mobil pertama kali dinyalakan. Kondisi ini dapat muncul akibat jamur, kotoran, genangan air hingga material kabin yang lembap.
Salah satu sumber bau yang perlu diperiksa adalah evaporator AC. Komponen ini selalu berada dalam kondisi lembap sehingga berpotensi menjadi tempat berkembangnya jamur dan mikroorganisme ketika tidak dibersihkan secara berkala.
Selain evaporator, filter kabin juga perlu mendapat perhatian. Filter yang dipenuhi debu dan kotoran dapat menahan kelembapan sehingga udara yang keluar melalui blower terasa pengap dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Saluran pembuangan kondensasi AC juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Jika tersumbat, air hasil proses pendinginan dapat menggenang di balik dashboard dan merembes ke bagian interior.
Bau apek juga bisa berasal dari air hujan yang masuk ke kabin. Karet kaca depan yang mulai getas atau saluran pembuangan air di bawah kaca yang tersumbat dapat menyebabkan air merembes ke bagian dalam dashboard.
Bagian lantai mobil juga perlu diperiksa. Karpet peredam yang terkena air dapat menyimpan kelembapan dalam waktu lama dan sulit kering sehingga berpotensi menimbulkan aroma tidak sedap.
Selain area dashboard, sejumlah titik lain di dalam kabin juga bisa menjadi sumber bau. Dilansir dari laman Suzuki berikut bagian kabin mobil yang perlu diperiksa:
1. Filter Kabin
Filter kabin yang kotor dapat menahan debu dan partikel lain. Jika dalam kondisi lembap, bagian ini bisa menjadi salah satu sumber bau pengap ketika AC dinyalakan.
Filter kabin sebaiknya diperiksa dan diganti sesuai rekomendasi pabrikan atau kondisi penggunaannya.
2. Evaporator AC
Evaporator yang kotor dan lembap dapat menimbulkan bau saat sistem AC bekerja. Pembersihan secara berkala diperlukan agar kotoran tidak menumpuk pada bagian tersebut.
3. Kisi-Kisi Ventilasi
Debu dan kotoran dapat menumpuk di sela kisi-kisi ventilasi. Bersihkan bagian tersebut menggunakan kuas atau sikat lembut agar kotoran tidak ikut terbawa aliran udara.
4. Karpet dan Busa Lantai
Tumpahan minuman atau air yang meresap ke karpet dan busa lantai dapat menyebabkan kelembapan terperangkap. Bagian tersebut perlu dikeringkan secara menyeluruh sebelum kembali digunakan.
5. Sela Bawah Kursi
Remahan makanan dan kotoran yang tertinggal di bawah kursi dapat membusuk dan menimbulkan bau. Bersihkan area sempit tersebut menggunakan penyedot debu.
6. Jok Berbahan Kain
Jok kain mudah menyerap cairan dan berbagai jenis aroma. Tumpahan makanan, minuman atau asap rokok dapat meninggalkan bau yang bertahan lama jika tidak segera dibersihkan.
7. Plafon Kabin
Plafon juga dapat menyerap debu dan aroma dari dalam kabin. Bagian ini perlu dibersihkan secara hati-hati agar material pelapis tidak rusak.
8. Karet Pembatas Ruang Mesin
Karet pembatas antara ruang mesin dan kabin yang rusak dapat memungkinkan aroma dari ruang mesin masuk ke dalam kabin. Jika muncul bau bensin atau oli terbakar, bagian ini perlu diperiksa bersama komponen terkait.
9. Katup Sirkulasi Udara
Sistem sirkulasi udara yang bermasalah dapat membuat udara dari luar masuk ketika seharusnya sistem menggunakan sirkulasi kabin. Periksa mekanisme katup jika bau dari luar terus masuk ke dalam mobil.
10. Konsol Tengah
Tempat penyimpanan di sekitar konsol tengah juga bisa menjadi lokasi tertinggalnya sampah atau barang basah. Bersihkan bagian dalam konsol secara berkala untuk mencegah munculnya aroma tidak sedap.
Menjaga kebersihan kabin secara rutin dapat membantu mencegah munculnya bau apek pada mobil. Jika aroma tetap muncul meski interior sudah dibersihkan, pemeriksaan sistem AC dan saluran pembuangan kondensasi di bengkel dapat dilakukan untuk mencari sumber masalahnya.
Editor: Dani M Dahwilani