Desain BYD Seagull Terungkap, Dimensi Lebh Besar Jarak Tempuh Tembus 420 Km
JAKARTA, iNews.id - Sketsa desain BYD Seagull generasi kedua terungkap di China. Mobil listrik yang juga dikenal sebagai Great Seagull (Da Haiou) atau Atto 1 di Indonesia ini akan segera memasuki pasar domestik dengan dimensi jauh lebih besar dibandingkan generasi pertama.
Dilansir dari Car News China, Manajer umum divisi penjualan jaringan Ocean BYD, Zhang Zhuo membagikan sketsa desain resmi BYD Seagull generasi kedua. Sebelumnya, dia menyebut model ini akan dipasarkan di China dengan nama Great Seagull, tetapi dalam unggahan terbaru disebut sebagai Seagull generasi kedua.
Dari sketsa tersebut, BYD Seagull baru terlihat mengusung desain lebih agresif. Mobil ini memiliki lampu depan berbentuk trisula berukuran besar, permukaan bodi tajam, serta lengkungan roda lebar.

Garis kaca yang lebih rendah juga memberikan kesan lebih dinamis. BYD menyebut model terbaru ini menggunakan tata letak yang sepenuhnya baru sehingga menawarkan ruang interior lebih luas.
Seagull generasi kedua turut dibekali pelek 16 inci dengan desain delapan jari-jari. Bagian belakangnya menggunakan lampu belakang berukuran tipis yang memperkuat tampilan modern hatchback listrik tersebut.
Sebelumnya, BYD Seagull generasi kedua telah beberapa kali tertangkap kamera saat menjalani pengujian di jalan raya China. Model ini juga telah mengajukan izin penjualan domestik yang mengungkap sejumlah spesifikasi utamanya.
BYD Seagull generasi kedua memiliki dimensi panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.650 mm, membuat mobil ini 425 mm lebih panjang dibandingkan Seagull yang saat ini beredar.
Seagull generasi kedua hanya 65 mm lebih pendek dibandingkan BYD Dolphin. Dimensi yang lebih besar diperkirakan memberikan kabin dan ruang penyimpanan yang lebih lega dibandingkan model sebelumnya.
Untuk performa, mobil ini menggunakan satu motor listrik berdaya 95 kW atau sekitar 127 hp. Motor tersebut dipasok baterai lithium iron phosphate (LFP) buatan FinDreams.
BYD menyediakan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan pengujian CLTC, jarak tempuh masing-masing baterai berada pada kisaran 320 km hingga 420 km.
Kecepatan maksimum BYD Seagull generasi kedua mencapai 150 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi sensor LiDAR yang ditempatkan di atap sebagai bagian dari sistem bantuan pengemudian DiPilot 300 atau God’s Eye B.
Sistem tersebut mencakup fitur Navigate On Autopilot (NOA) yang dapat digunakan di jalan perkotaan dan jalan raya. Teknologi ini menjadi salah satu pembeda utama Seagull generasi kedua dibandingkan model sebelumnya.
Foto mata-mata bagian kabin sebelumnya juga memperlihatkan sejumlah perubahan. Mobil ini menggunakan layar infotainment model mengambang, tuas persneling di belakang kemudi.
Sementara itu, penjualan BYD Seagull generasi pertama di China tercatat 74.087 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut turun 66,5 persen berdasarkan data China EV DataTracker.
Di pasar domestik China, BYD Seagull saat ini dibanderol 69.900 hingga 85.900 yuan atau sekitar Rp186 juta hingga Rp229 juta (Kurs Rp2.667,68). Kehadiran generasi kedua dengan dimensi lebih besar dan teknologi bantuan pengemudian terbaru akan menjadi perkembangan penting bagi lini hatchback listrik BYD.
Apakah model mobil listrik terbaru ini akan masuk ke Indonesia. Menarik untuk ditunggu?
Editor: Dani M Dahwilani