Ganti Ban Mobil Apakah Harus Merek yang Sama? Ini Harus Diperhatikan
JAKARTA, iNews.id - Sepintas mengganti ban adalah hal yang simpel. Cukup memilih merek atau harga yang sesuai selesai masalah.
Padahal, tidak semudah itu. Pemilihan ban pengganti tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain merek, ada sejumlah faktor teknis yang perlu diperhatikan agar performa dan keselamatan tetap terjaga.
"Ban merupakan satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan jalan. Sebab itu, pemilik kendaraan harus memastikan spesifikasi ban sesuai standar pabrikan agar kenyamanan dan keamanan tetap optimal,” ujar Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan, Roni Agung dalam keterangan pers dilansir Sabtu (5/6/2026).
Dia pun membagikan beberapa hal penting yang wajib diperhatikan saat mengganti ban:
1. Ukuran Ban Harus Sesuai Standar Pabrikan
Setiap model Peugeot memiliki ukuran ban yang sudah disesuaikan dengan desain suspensi dan sistem kendaraannya. Ukuran seperti lebar ban, rasio tinggi, hingga diameter velg (misalnya 215/60 R17 atau 225/55 R18) tidak boleh diubah terlalu jauh. Perubahan ukuran yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, konsumsi bahan bakar, hingga akurasi speedometer.
2. Perhatikan Load Index dan Speed Rating
Dua indikator ini sering diabaikan, padahal sangat penting. Load index menunjukkan kemampuan ban menahan beban, sementara speed rating menunjukkan batas kecepatan maksimal yang aman. Menggunakan spesifikasi di bawah standar dapat berisiko pada keselamatan, terutama saat mobil digunakan di jalan tol atau membawa beban penuh.
3. Karakter Ban Harus Sesuai Kebutuhan
Ban memiliki karakter berbeda, seperti comfort (nyaman dan senyap), performance (daya cengkeram tinggi), atau durability (lebih awet). Pengguna Peugeot disarankan memilih ban dengan karakter yang sesuai dengan kebutuhan berkendara, baik untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
4. Perhatikan Pola Tapak (Tread Pattern)
Desain tapak ban memengaruhi kemampuan mencengkeram jalan, terutama saat kondisi basah. Ban dengan pola yang baik dapat membantu mengurangi risiko aquaplaning dan meningkatkan stabilitas kendaraan.
5. Cek Tahun Produksi Ban
Ban memiliki masa pakai, meskipun belum digunakan. Pastikan memilih ban dengan tahun produksi terbaru (ditandai kode DOT), idealnya tidak lebih dari 2–3 tahun sejak diproduksi agar performanya tetap optimal.
6. Pastikan Balancing dan Spooring
Setelah mengganti ban, penting untuk melakukan balancing dan spooring. Hal ini bertujuan menjaga kestabilan kendaraan, mencegah getaran, serta memastikan keausan ban merata.
Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan untuk tidak hanya fokus pada harga atau merek populer. Kesesuaian spesifikasi dengan kendaraan tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai catatan penting, penggantian ban sebaiknya dilakukan di bengkel resmi untuk mendapatkan ban yang sesuai dengan spek kendaraan.
"Sementara untuk pilihan ban, berbagai brand bisa menjadi pilihan. Tidak mesti ban dari brand bawaan pabrikan. Asal sesuai dengan spesifikasi dan karakter sesuai dengan kebutuhan," kata Roni Agung.
Editor: Dani M Dahwilani