Hyundai Catat Pertumbuhan Penjualan 15 Persen, Stargazer Cartenz dan Creta Jadi Penopang
JAKARTA, iNews.id - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatat pertumbuhan penjualan retail sebesar 15 persen secara year-on-year (YoY) pada kuartal III 2026. Capaian ini ditopang permintaan kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE), terutama Stargazer Cartenz.
Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi Hyundai di tengah pasar otomotif nasional yang semakin kompetitif dan konsumen yang lebih selektif dalam menentukan kendaraan.
President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee mengatakan, perusahaan terus berupaya mempertahankan momentum bisnis dengan memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah.
“Meski demikian, komitmen Hyundai tetap sama, yaitu menjaga momentum bisnis dengan terus mendekatkan diri kepada pelanggan dan memahami kebutuhan mereka yang terus berubah,” ujar Kenny dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Dia menambahkan, pengalaman pelanggan selama masa kepemilikan kendaraan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap merek. Sebab itu, Hyundai terus memperkuat layanan purna jual.
“Kami percaya kekuatan sebuah merek juga dibangun melalui pengalaman pelanggan di sepanjang perjalanan kepemilikannya, karena itu penguatan layanan purna jual terus menjadi prioritas utama kami,” katanya.
Stargazer Cartenz Tumbuh 30,8 Persen
Kinerja Hyundai ditopang sejumlah model di berbagai segmen. Pada lini ICE, Stargazer Cartenz menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan penjualan 30,8 persen secara year-to-month (YTM) hingga September 2026.
Model tersebut konsisten mencatat penjualan lebih dari 1.000 unit per bulan sejak Juli 2026. Capaian ini membawa Hyundai ke posisi kedua segmen B-MPV di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bangka Belitung pada Kuartal III 2026.
Keberhasilan tersebut didukung repositioning produk serta strategi harga yang lebih kompetitif.
Sementara itu, Creta mencatat pangsa pasar 26,3 persen sepanjang Januari-September 2026 dan menempati posisi pertama di segmen B-SUV High ICE.
Di segmen kendaraan elektrifikasi, Palisade Hybrid memimpin SUV E-F secara nasional dengan pangsa pasar 37,8 persen hingga September 2026. Adapun Santa Fe Hybrid mencatat pertumbuhan penjualan 31,8 persen secara YoY pada kuartal III 2026 di segmen SUV D.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto (Frans) mengatakan strategi balanced powertrain menjadi pendekatan perusahaan untuk memperkuat penetrasi di pasar otomotif Indonesia.
“Kinerja Januari hingga September 2026 menunjukkan bahwa langkah yang tepat dan responsif terhadap kondisi pasar, seperti penyesuaian harga STARGAZER Cartenz, terbukti efektif,” ujar Frans.
Selain ICE dan hybrid, Hyundai juga memperkuat lini kendaraan listrik melalui Neira, SUV listrik tujuh penumpang dengan konfigurasi tiga baris yang dirancang untuk konsumen Indonesia.
Hyundai mengklaim menjadi salah satu pilihan BEV teratas di kalangan Milenial dan Gen Z berdasarkan riset konsumen, dengan tingkat preferensi mencapai 46 persen.
“Sebagai pelopor kendaraan listrik di Indonesia sejak 2020, kami juga ingin memperkuat kepemimpinan di segmen EV melalui Neira yang dirancang sesuai karakter konsumen Indonesia,” kata Frans.
Hyundai juga menawarkan program trade-in dari Ioniq 5 ke Ioniq 9 untuk konsumen yang ingin meningkatkan pengalaman berkendara listrik.
Untuk menopang penjualan, perusahaan menargetkan penambahan 22 outlet hingga akhir 2026, termasuk di Karawang, Makassar, dan Banjar, sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan penjualan dan layanan.
Editor: Dani M Dahwilani