Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil Listrik 7-Seater Hyundai Neira Segera Meluncur di Indonesia, Ini Segmen yang Disasar
Advertisement . Scroll to see content

Hyundai Siap Penuhi TKDN 60 Persen, Sudah Investasi Rp50 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:31:00 WIB
Hyundai Siap Penuhi TKDN 60 Persen, Sudah Investasi Rp50 Triliun
Hyundai menyatakan kesiapan memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen dari pemerintah. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan kesiapan memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen dari pemerintah. Kesiapan tersebut didukung rantai pasokan yang terintegrasi, termasuk fasilitas manufaktur komponen baterai kendaraan listrik.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto (Frans) mengatakan Hyundai memiliki ekosistem industri yang tidak hanya mencakup perakitan kendaraan, tetapi juga manufaktur komponen, jaringan dealer, hingga layanan pelanggan.

Menurutnya, kelengkapan rantai pasokan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung Hyundai dalam menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah terkait TKDN.

"Kalau peraturan pemerintah mewajibkan TKDN 60 persen, kita akan men-support kebijakan pemerintah tersebut," kata Frans saat berbincang dengan media, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, Hyundai telah menanamkan investasi sekitar Rp50 triliun atau setara 3 miliar dolar AS untuk mendukung kegiatan industrinya di Indonesia. Investasi tersebut mencakup fasilitas produksi dengan kapasitas hingga 150.000 unit.

Selain fasilitas perakitan kendaraan, Hyundai juga memiliki dukungan manufaktur baterai yang dapat memenuhi kebutuhan produksi kendaraan listrik.

Frans menyebutkan, fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mendukung ekspor ke berbagai negara.

"Jadi, sekitar Rp50 triliun itu investasi yang tidak main-main dengan kapasitas 150.000 untuk pabrik. Dan pabrik baterai sel kita juga bisa mendukung kebutuhan tersebut," ujarnya.

Dia menambahkan, pasar ekspor Hyundai mencakup negara-negara di luar kawasan Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Timur Tengah. Kawasan Amerika Selatan juga disebut sebagai salah satu tujuan ekspor yang akan dikembangkan.

Didukung fasilitas produksi dan rantai pasokan, Hyundai menyatakan akan terus menyesuaikan strategi industrinya dengan regulasi pemerintah, termasuk ketentuan TKDN untuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional.

Diketahui, Perpres 79/2023 mewajibkan industri kendaraan listrik berbasis baterai beserta industri komponennya memenuhi TKDN dengan batas minimum naik bertahap. Untuk kendaraan roda empat atau lebih, TKDN minimal 35 persen berlaku pada 2019-2021 dan 40 persen pada 2022-2026. Angka naik menjadi 60 persen pada 2027-2029, lalu 80 persen mulai 2030.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut