Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?
Advertisement . Scroll to see content

Ini Alasan Pengguna Mobil Listrik Lebih Nyaman Ngecas di Rumah

Rabu, 06 September 2023 - 21:32:00 WIB
Ini Alasan Pengguna Mobil Listrik Lebih Nyaman Ngecas di Rumah
Ilustrasi ngecas mobil listrik. (Foto: Hyundai)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id– Pengguna mobil listrik di Indonesia semakin banyak seiring dengan kebijakan pemerintah dalam memberikan insentif. Ini juga diikuti dengan pembangunan Stasiun Pengisikan Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Karakter masyarakat Indonesia dalam menggunakan mobil listrik sebagai mobilitas harian mulai terbentuk. Ini juga dapat terlihat dari kebiasaan para pengguna dalam mengisi daya kendaraan yang semakin terukur dan terstruktur.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sebagai salah satu produsen yang memasarkan mobil listrik di Tanah Air melihat konsumennya sudah memiliki perhitungan tersendiri. Bahkan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan HMID, sebagian besar konsumen mereka lebih nyaman melakukan pengisian daya di rumah ketimbang SPKLU.

“Waktu kami survey kebanyakan juga (cas) di rumah. Karena sebenarnya untuk pemilik Hyundai, mereka akan langsung dapat chargingnya di rumah. Jadi untuk keseharian, rumah adalah tempat charging station yang paling sempurna buat konsumen,” kata Astrid Ariani Wijana, Head Of Marketing Department HMID, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Hal senada juga diiungkapkan oleh Chief Operating Officer HMID Franciscus Soerjopranoto, yang menyebutkan pengisian daya mobil listrik tak menjadi masalah lagi bagi pengguna ketimbang di masa awal.

“Konsumen sudah pandai untuk menghitung. Jadi dulu ada kendala, misalnya ‘oh ini takutnya gak bisa ngisi dan lain sebagainya’. Mereka sekarang sudah bisa mengira-ngira, ‘oh jarak tempuhnya masih ada 416 km, 300 km, gak perlu (cas)’,” ujar Frans.

Sementara untuk mobilitas harian, biasanya para pengguna mobil listrik hanya tambah daya saja ketika memungkinkan. Misal saat berada di pusat perbelanjaan, di mana terdapat fasilitas charging station yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung.

Mengingat saat ini kapasitas SPKLU untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sangat besar yaitu antara 20 kW sampai 50 kW (fast charging atau ultrafast charging). Ini dapat mengisi daya baterai lebih cepat ketimbang pengisian daya normal.

“Jadi memang ada perubahan behaviour atau perilaku untuk mengisi bahan bakar. Kalau gas station yang BBM itu mereka datang mungkin spend waktu bersama dengan ngantri ya mungkin sekitar plus minus 15 menit,” ujar Frans.

“Nah, sedangkan menggunakan charging station, electric vehicle mungkin mereka bisa memanfaatkan waktu istirahat mereka untuk ngecas. Ataupun mereka ingin memakai kendaraan misalnya ke shopping mall, mereka juga bisa melakukan charging,” kata dia.

Namun, Frans menyampaikan bahwa sebagian besar pengguna mobil listrik, khusunya keluaran Hyundai, lebih nyaman mengisi daya baterai di rumah. Ini bisa dilakukan pada malam hari agar siap digunakan pada esok harinya.

“Umumnya yang tadi disampaikan oleh bu Astrid, waktu yang paling terfavorit untuk mereka mengisi adalah di rumah. Karena di saat itu mereka istirahat. Kayak temen-temen punya handphone. Pada dasarnya hampir mirip lah polanya,” ucapnya.

Editor: Ismet Humaedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut