Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Efek Samping Pakai Pengharum Cair, AC Mobil Jadi Bau Apek dan Berlendir
Advertisement . Scroll to see content

Ini Dampak Oli Kompresor AC Jarang Diganti

Selasa, 03 April 2018 - 06:29:00 WIB
Ini Dampak Oli Kompresor AC Jarang Diganti
Sebagian orang tidak mengetahui dan memperhatikan pelumas kompresor AC juga penting untuk diganti. (Foto: Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

​BOGOR, iNews.id - Untuk menjaga mobil agar selalu berada dalam top performa, salah satunya adalah dengan melakukan penggantian oli mesin secara rutin. Namun, sebagian orang tidak mengetahui dan memperhatikan pelumas kompresor AC juga penting untuk diganti.

Jika saat berkendaraa terdengar suara seperti 'ngorok', mungkin itu dampak jika oli kompresor AC tidak pernah diganti. Lantas, apakah mengganti oli kompresor AC penting? Selain itu, dampak apalagi yang akan menggerogoti mesin mobil jika oli tersebut tidak pernah diganti?

"Sebenarnya oli kompresor AC perlu diganti. Biasanya, usia pakai kompresor umumnya 5.000 jam untuk kompresor AC car passanger. Saat sudah 5.000 jam atau sekitar 1,5 – 3 tahun wajib melakukan pengecekan, seperti overhaule check, yaitu pengecekan keseluruhan kompresor seperti medical check up untuk kompresor," ujar Technical Service Department PT Denso Sales Indonesia Nur Indra saat berbincang-bincang dengan iNews.id, beberapa waktu lalu.

Selain melakukan pengecekan secara berkala, Indra menambahkan ada yang perlu diperhatikan lagi agar oli kompresor AC tetap bekerja optimal. Misalnya, pada saat penggantian dryer, oli tidak ditambah dan hasilnya oli berkurang atau habis sama sekali.

Kompresor AC
Selain itu, bisa saja karena lalai saat melakukan proses penggantian part yang dilakukan secara tidak benar. Sehingga jumlah oli yang ada di dalam kompresor berkurang. Hal tersebut juga bisa menyebabkan berkurangnya usia pakai kompresor karena proser pelumasan pada kompresor berkurang.

"Oli memiliki karakteristik tertentu. Salah satunya adalah oli kompresor. Karakteristik oli kompresor yaitu ikut bersirkulasi di dalam kompresor AC. Artinya ketika refrigerant berbentuk gas, oli kompresor juga harus berbentuk gas. Ketika refrigerant berbentuk cair, maka oli kompresor harus berbentuk cair," kata Indra.

"Artinya, ketika kembali ke kompresor, wujud oli harus berbentuk gas. Kalau cair, maka kompresor bisa rusak. Ini beda dengan oli mesin yang karakteristiknya hanya pelumas aja, melumasi mesin kendaraan," terangnya.

Sebenarnya, yang perlu digarisbawahi adalah titik krusial pada kompresor itu terletak pada olinya. Terutama pada takaran dan jenis/spesifikasinya.

"Kalau oli motor dicampur apa saja oke, minyak tanah sama solar, atau bensin. Tapi, kalau minyak oli enggak bisa ke campur, bukan melumasi tapi menjadi seperti material keras. Nanti jadi kerikil dan bisa bikin baret dan jadi noise di kompresor. Akibatnya, kompresor menimbulkan suara ngorok," kata Indra.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut