Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luxeed R7 Cetak Rekor Dunia, SUV Produksi Massal dengan Hambatan Udara Terendah
Advertisement . Scroll to see content

Invasi Mobil China di IIMS 2026, Jepang Bertahan Andalkan Hybrid dan ICE

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:05:00 WIB
Invasi Mobil China di IIMS 2026, Jepang Bertahan Andalkan Hybrid dan ICE
Invasi mobil China di IIMS 2026 kian agresif, sementara pabrikan Jepang memilih bertahan mengandalkan teknologi hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE). (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran pada 5 - 15 Februari 2026 menjadi saksi pergeseran peta kekuatan industri otomotif nasional. Dari total 35 merek mobil yang berpartisipasi, pabrikan asal China tampil dominan dan tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menguasai panggung melalui agresivitas teknologi kendaraan listrik.

Hampir separuh peserta pameran tahun ini berasal dari Tiongkok. Sekitar 17 brand China memadati area IIMS 2026 dengan membawa puluhan model bertenaga baterai murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), mulai dari SUV listrik, MPV premium, hingga mobil perkotaan (city car) dengan harga kompetitif.

Masuknya brand-brand baru semakin menegaskan dominasi China di IIMS 2026. Changan resmi menancapkan eksistensi melalui Lumin EV untuk segmen entry-level dan Deepal S07. Zeekr, sub-brand mewah Geely, memamerkan MPV ultra-premium Zeekr 009 dan SUV Zeekr 7X.

iCAR dari Chery Group fokus pada SUV listrik bergaya off-road lewat iCAR V23. Lepas, nama baru untuk pasar Indonesia, meluncurkan SUV listrik premium Lepas E4 serta varian PHEV Lepas L8. Jaecoo dan Jetour semakin agresif menggarap segmen SUV petualang berteknologi smart-driving.

MG meluncurkan SUV berdesain futuristik, Maxus memamerkan MPV listrik mewah, Seres fokus pada solusi mobilitas perkotaan, dan Wuling menghadirkan first appearance model terbaru Eksion. Xpeng memperkenalkan The Next P7, sedangkan Zeekr menggelar sesi first impression mobil listrik berperforma tinggi. Sementara Lepas melakukan world premiere model inovatif L4 di lpameran.

Di sisi lain, pemain lama asal China tampil semakin percaya diri. BYD tetap menjadi magnet utama pengunjung dengan lini lengkap dari Dolphin hingga Denza serta varian terbaru Atto 3 Plus. Chery memperkenalkan teknologi Chery Super Hybrid (CSH), termasuk Chery C5 CSH yang membidik segmen hybrid menengah. Wuling mempertahankan dominasinya di segmen EV terjangkau sambil memberi kejutan lewat peluncuran SUV baru.

Peta persaingan di IIMS 2026 memperlihatkan kontras strategi antara China dan Jepang. Pabrikan China menerapkan “shock therapy” melalui kombinasi teknologi tinggi dan harga agresif. Fitur ADAS level 2+, layar infotainment besar, hingga teknologi vehicle to load telah menjadi standar. Fokus pada kendaraan listrik murni yang mendapat insentif pemerintah membuat harga banyak model berada di bawah Rp500 juta.

Sementara itu, brand Jepang seperti Toyota, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi memilih bertahan lewat strategi hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE). Meski digempur, pabrikan Jepang masih menguasai sekitar 78 persen pangsa pasar nasional sepanjang 2025. Jepang mengandalkan teknologi hybrid sebagai jembatan transisi, salah satunya melalui kehadiran Toyota Veloz Hybrid untuk pasar massal.

Faktor loyalitas konsumen, jaringan servis yang luas, serta nilai jual kembali tetap menjadi keunggulan utama brand Jepang. Model ICE seperti Avanza, Xpander, hingga SUV legendaris yang mendapat pembaruan masih menjadi tulang punggung volume penjualan di Indonesia.

Persepsi publik memang bergeser dari mobil murah menjadi kendaraan futuristik sarat teknologi. Namun dari sisi volume penjualan riil, brand Jepang masih sulit digoyahkan berkat kepercayaan jangka panjang konsumen serta kesiapan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Persaingan paling ketat diprediksi terjadi di segmen harga Rp300–Rp500 juta. Di kelas ini, SUV hybrid Jepang akan berhadapan langsung dengan SUV listrik China, menandai fase kompetisi paling panas di pasar otomotif Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Penjualan Mobil di Indonesia

Di sisi lain, penjualan mobil nasional sepanjang 2025 nyaris disalip Malaysia. “Saya mendengar laporan dari teman-teman Gaikindo bahwa penjualan otomotif di Malaysia itu mungkin sudah mendekati penjualan otomotif di Indonesia atau bahkan mungkin juga sudah melewati. Ini merupakan sebuah alarm bagi kita, bagi Indonesia. Alarm,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di IIMS 2026.

Penjualan sepanjang 2025 tercatat melemah, dengan total wholesale atau penjualan pabrik ke dealer mencapai 803.687 unit, turun 7,2 persen dibanding 2024. Sementara penjualan retail dari dealer ke konsumen tercatat 833.692 unit, turun sekitar 6–7 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Selain faktor ekonomi global, kondisi ini disebabkan penurunan daya beli konsumen, tingginya suku bunga kredit, serta lesunya segmen menengah ke bawah,” kata Agus.

Di sisi lain, populasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir. Hingga 2025, total populasi kendaraan listrik nasional tercatat mencapai 333.561 unit, mencerminkan pertumbuhan sangat agresif seiring percepatan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut