Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bus PO Rosalia Indah Terbakar di Tol Sragen, Penumpang Panik
Advertisement . Scroll to see content

Jakarta Makin Hijau! Bus Medium Listrik Dek Tinggi dari INVI Siap Mengaspal

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:33:00 WIB
Jakarta Makin Hijau! Bus Medium Listrik Dek Tinggi dari INVI Siap Mengaspal
Bus medium dek tinggi listrik INVI segera mengaspal di jalanan Jakarta. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan progres nyata. Tak hanya mengikuti tren global keberlanjutan, efisiensi operasional juga menjadi faktor utama yang mendorong adopsi kendaraan listrik, khususnya di sektor transportasi publik.

Di Jakarta, Transjakarta kini telah mengoperasikan sekitar 500 unit bus listrik dari berbagai merek seperti VKTR, BYD, Golden Dragon, Zhongtong, Skywell, hingga Higer. Namun, seluruh armada tersebut masih didominasi bus besar dengan panjang di atas 12 meter, yang belum sepenuhnya mampu menjangkau ruas-ruas jalan sempit di wilayah operasional Jaklingko atau Minitrans.

Padahal, selama puluhan tahun, bus medium justru menjadi tulang punggung transportasi publik ibu kota. Mulai dari Kopaja, Metro Mini, hingga Koantas Bima, bus-bus berukuran sedang terbukti fleksibel, efisien, dan sanggup menembus beragam kondisi jalan. 

Sayangnya, hingga kini segmen bus medium listrik masih menjadi 'lubang kosong' dalam ekosistem transportasi ramah lingkungan Jakarta. Dan peluang inilah yang ditangkap PT Energi Makmur Buana (INVI), bagian dari Indika Energy Group. 

INVI resmi meluncurkan Higer EV Bus Medium 7,5 Meter High Deck, bus listrik berukuran medium yang diklaim siap menjawab kebutuhan operasional di jalur-jalur yang selama ini tak tersentuh bus listrik.

Dengan panjang sekitar 7,5 meter dan desain high deck, bus ini dirancang lebih lincah untuk melintasi jalan sempit tanpa mengorbankan kapasitas dan kenyamanan. Kehadirannya sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuju net zero emission pada 2050.

"INVI hadir untuk memastikan transisi ke kendaraan listrik tidak hanya berkelanjutan, tapi juga feasible secara operasional dan bisnis," ujar President Director INVI, Alif Prasetyo, di sela Customer Gathering di Kelapa Gading, belum lama ini. 

Dia menegaskan INVI membangun kemitraan jangka panjang yang menitikberatkan pada keandalan, keberlanjutan, dan kesiapan ekosistem.

Dukungan juga datang dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Hermawan, menilai kehadiran bus medium listrik ini relevan dan strategis, terutama sebagai feeder dan shuttle yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

"Segmen bus medium punya peran penting dalam sistem transportasi perkotaan. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana kendaraan ini didukung secara operasional dalam jangka panjang," ujar Ujang.

Hal senada disampaikan Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph. Dia menyebut kehadiran bus medium listrik ini sebagai jawaban atas persoalan yang selama ini belum terpecahkan.

"Bus besar sudah berhasil kami elektrifikasi. Tapi medium bus ini masih jadi hard solve mystery. Dari berbagai merek yang ada—BYD, VKTR, Golden Dragon, Skywell, Zhongtong—belum ada yang benar-benar bisa menjawab kebutuhan bus medium," kata Daud.

Dia pun berharap bus medium listrik bisa segera menggantikan armada diesel yang masih mendominasi segmen tersebut. Bahkan, Daud optimistis target pengoperasian yang semula direncanakan pada 2027 bisa dipercepat.

"Mudah-mudahan setelah pertemuan ini, angka 2027 bisa berubah jadi 2026. Tahun depan kita sudah bisa mengoperasikan bus medium bertenaga listrik," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, menyatakan optimisme tinggi. Dia menegaskan pengalaman operasional 60 unit bus listrik INVI di Medan menjadi bekal penting. Armada tersebut telah menghadapi kondisi ekstrem, termasuk banjir, dan tetap bisa kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 2x24 jam.

"Ini menunjukkan pentingnya kesiapan teknis, respons mekanik, dan koordinasi operasional yang solid," jelas Yusa.

Selain pengalaman lapangan, INVI juga mengklaim telah menyiapkan ekosistem pendukung, mulai dari teknisi tersertifikasi OEM, workshop siap pakai, ketersediaan suku cadang, hingga skema Fleet Maintenance Contract (FMC) yang disesuaikan kebutuhan operator.

Tak hanya fokus operasional, INVI juga berkomitmen mendukung industri kendaraan listrik nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap. Salah satu langkah strategisnya adalah pembentukan PT IMAI sebagai basis kegiatan perakitan.

"Pendekatan ini dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, sejalan dengan kesiapan pasar dan ekosistem," ujar Yusa.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut