Jangan Asal Terjang! 4 Hal Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil Listrik saat Banjir
JAKARTA, iNews.id - Indonesia saat ini tengah menghadapi musim hujan yang cukup ekstrem di beberapa daerah hingga menyebabkan bencana, termasuk banjir. Kondisi tersebut biasanya banyak dikhawatirkan, terutama bagi pemilik kendaraan listrik.
Lalu bagaimana cara aman berkendara menggunakan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di kala banjir? Simak informasinya di artikel ini sampai selesai.
Melansir dari National Roads and Motorists' Association - Australia (NRMA), sebetulnya kendaraan listrik memiliki ketahanan terhadap paparan air. Sistem kelistrikan serta baterai yang terpasang juga dirancang dengan segel yang kuat agar terlindung dari kerusakan termasuk air yang kemungkinan rembes ke dalam baterai.
Namun, masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan jika kendaraan listrik berada di tengah situasi banjir. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Sebisa Mungkin Hindari Genangan Banjir
Jika Anda memiliki kendaraan listrik atau sedang berkendara menggunakan kendaraan listrik dan menemui lokasi yang tergenang banjir, disarankan untuk mencari jalan alternatif dan tidak memaksakan diri untuk menerobos banjir.
Hal itu dikarenakan air cukup berpotensi menggeser mobil dari jalur yang seharusnya. Apalagi jika banjir tersebut memiliki kekuatan arus yang cukup kencang.
Selain itu, genangan banjir yang sudah mencapai 30 cm juga berpotensi membuat kendaraan listrik mengapung dan sulit dikendalikan.
2. Hindari Genangan Air yang Dangkal tapi Memiliki Arus Kencang
Jangan hanya melihat banjir dari ketinggiannya saat Anda berkendara dengan kendaraan listrik. Air dangkal juga terkadang berisiko untuk dilalui, terutama jika arusnya lebih cepat dari 7 km/jam.
Sebab, mobil modern sangat kedap udara untuk memastikan pendingin udara bekerja efektif.
3. Segera Pindahkan Kendaraan Listrik ke Tempat Aman jika Mengetahui Akan Datangnya Banjir
Jika Anda tinggal di daerah yang memang rawan terjadi banjir, disarankan agar terus memantau informasi ketinggian air atau situasi di sekitar Anda.
Hal itu dilakukan guna mengetahui apakah banjir yang cukup besar dan dalam akan terjadi di daerah Anda atau tidak. Jika diperkirakan banjir akan datang, disarankan untuk segera memindahkan kendaraan listrik ke tempat yang lebih aman.
Meski kendaraan listrik telah dirancang kedap air, namun air banjir yang cukup besar tetap berpotensi merusak kendaraan listrik khususnya pada baterai.
Sebab, kendaraan listrik yang rusak akibat banjir dapat menimbulkan potensi terjadinya pelepasan panas berlebih (thermal runaway) yang dapat menyebabkan kebakaran. Jika kerusakan terjadi di air asin, risiko korsleting baterai yang menyebabkan kebakaran akan meningkat.
4. Jangan Coba-Coba Menghidupkan atau Mengisi Daya Kendaraan Listrik setelah Terendam Banjir
Jika kendaraan listrik terlanjur harus menerobos banjir atau terendam air banjir, disarankan agar tidak menghidupkan kendaraan atau mengisi daya secara langsung setelah kendaraan tersebut terendam.
Sebab, ada risiko baterai lithium-ion yang rusak dapat terbakar beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah kejadian, dan harus diperiksa oleh teknisi yang berkualifikasi.
Apalagi, jika saat terendam Anda melihat gelembung di sekitar kendaraan listrik. Hal itu mengindikasikan kerusakan baterai dan adanya gas beracun.
Jika kendaraan listrik (EV) yang terendam air tampak rusak, mengeluarkan asap, atau terlihat gelembung gas dan jangan mencoba mengisi daya kendaraan setelah diambil.
Demikian sedikit tips untuk Anda yang memiliki kendaraan listrik di kala musim hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi terjadi banjir. Semoga informasi ini bermanfaat.
Editor: Muhammad Sukardi