Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cara Menghilangkan Bau Kencing Tikus di Mobil, jika Membandel Gunakan Cairan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Asal Tidur di Mobil dengan Kondisi AC Menyala, Ini Risikonya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:33:00 WIB
Jangan Asal Tidur di Mobil dengan Kondisi AC Menyala, Ini Risikonya
Ancaman utama pada mobil konvensional berasal dari gas hasil pembakaran bahan bakar yang bisa menjadi racun saat tidur pada kondisi mobil tertutup rapat.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Niat hati ingin melepas lelah sejenak di dalam mobil yang sejuk sering kali terhalang rasa waswas. Selama ini, tidur di dalam kendaraan berhenti dengan pendingin udara (AC) menyala kerap dikaitkan dengan risiko keracunan gas buang.

Kekhawatiran tersebut terutama berlaku pada mobil bermesin pembakaran internal. Namun, kondisi berbeda terdapat pada kendaraan listrik (EV) yang tidak menggunakan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga.

Praktisi Bisnis Lingkungan yang akrab disapa Bang Sap mengatakan, mobil listrik memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi pengemudi atau penumpang yang ingin beristirahat di dalam kabin dengan AC menyala. Ancaman utama pada mobil konvensional berasal dari gas hasil pembakaran bahan bakar.

"Tidur di dalam mobil listrik dengan AC menyala ternyata enggak berbahaya loh. Kita tahunya kan bisa bikin keracunan gas, bahkan sampai meninggal. Tapi di mobil listrik, ceritanya beda," kata Bang Sap, dikutip Jumat (28/8/2026).

Dia menjelaskan, mobil konvensional menghasilkan gas buang, termasuk karbon monoksida (CO), dari proses pembakaran bahan bakar. Gas tersebut sangat berbahaya jika terhirup dalam konsentrasi tinggi, terutama ketika kendaraan berada di ruang tertutup.

Sementara itu, mobil listrik tidak memiliki proses pembakaran bahan bakar karena menggunakan baterai sebagai sumber energi. Dengan demikian, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi knalpot karbon monoksida seperti mobil bermesin pembakaran internal.

“Bahkan, beberapa produsen mobil listrik menyediakan fitur khusus, seperti Camp Mode dan Utility Mode. Tapi, yang namanya risiko pasti tetap ada,” ujarnya.

Meski tidak menghasilkan gas buang dari mesin, bukan berarti tidur di dalam mobil listrik dengan AC menyala bisa dilakukan tanpa memperhatikan kondisi kabin. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas udara dan sirkulasi di dalam kendaraan.

"Walaupun mobil listrik enggak menghasilkan karbon monoksida, kita sendiri yang menghasilkan karbon dioksida dari napas. Kalau udara di kabin terus-terusan cuma diputar menggunakan mode recirculation dengan sedikit udara masuk, karbon dioksida bisa menumpuk," katanya.

Penumpukan karbon dioksida (CO2) di dalam kabin dapat memengaruhi kualitas udara. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih mengantuk, cepat lelah, hingga mengalami penurunan konsentrasi.

“Penelitian tentang kualitas udara di kabin menunjukkan recirculation menjadi faktor utama meningkatnya karbon dioksida. Artinya, kualitas udara bisa berpengaruh pada rasa mengantuk, lelah, dan menurunnya kemampuan konsentrasi,” ujarnya.

Karena itu, pengguna mobil listrik tetap perlu memperhatikan sejumlah hal sebelum memutuskan tidur atau beristirahat di dalam kendaraan dengan AC menyala.

Pertama, manfaatkan fitur khusus yang disediakan produsen kendaraan. Beberapa mobil listrik memiliki fitur seperti Camp Mode atau Utility Mode yang dirancang untuk mempertahankan fungsi tertentu, termasuk AC, ketika kendaraan dalam kondisi parkir.

Kedua, perhatikan pengaturan sirkulasi udara. Jangan mengandalkan mode recirculation dalam waktu lama tanpa adanya pertukaran udara segar dari luar.

Ketiga, pastikan kapasitas baterai mencukupi. AC yang tetap menyala ketika kendaraan diparkir tetap menggunakan energi baterai sehingga pengguna perlu memastikan daya tersedia untuk kebutuhan istirahat dan perjalanan berikutnya.

Keempat, pilih lokasi parkir yang aman dan memiliki ventilasi memadai. Hindari berada di dalam garasi atau ruang tertutup yang memungkinkan gas buang dari kendaraan lain masuk ke area sekitar mobil.

Memahami perbedaan sistem penggerak kendaraan dan memperhatikan kualitas udara di dalam kabin, beristirahat di mobil listrik dengan AC menyala dapat dilakukan dengan lebih aman. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan sirkulasi udara, kapasitas baterai, serta lokasi parkir agar kenyamanan tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut