Kabin Kendaraan Ingin Dingin, Pria di India Balurkan Kotoran Sapi di Mobil 

Riyandy Aristyo · Jumat, 24 Mei 2019 - 07:21 WIB
Kabin Kendaraan Ingin Dingin, Pria di India Balurkan Kotoran Sapi di Mobil 

Seorang pria asal India, Sejal Shah, membalur eksterior Toyota Corollanya dengan kotoran sapi. (Foto: Rushlane)

NEW DELHI, iNews.id - Cuaca ekstrem yang super panas kerap melanda wilayah India. Kondisi ini membuat beberapa orang mencari solusi untuk kendaraannya agar nyaman dikendarai. 

Uniknya, seorang pria asal India, Sejal Shah, membalur eksterior Toyota Corollanya dengan kotoran sapi. Foto Corolla yang dipenuhi kotoran sapi ini menjadi viral di media sosial. 

Cara tersebut menimbulkan perdebatan, apakah benar-benar solutif atau tidak. 
 
Dilansir dari Rushlane, Jumat (24/5/2019), secara logika, ada beberapa faktor yang membuat suhu kabin mobil tetap dingin, seperti penggunaan kaca film antipanas dan penyejuk udara alias AC.

Untuk membuktikannya, dilakukan percobaan pengukuran suhu. Sebab, panas yang terperangkap di dalam mobil, juga karena adanya penggunaan efek rumah kaca.

Pengukurannya dilakukan pada suhu luar, suhu permukaan lantai parkir, suhu bodi mobil, suhu pintu mobil, suhu dashboard tepat di bawah kaca depan mobil, suhu kabin, dan suhu sekitar jok mobil.

Hasilnya, suhu di bawah kaca depan mobil paling tinggi yakni sekitar 95 derajat celcius, hampir sama dengan suhu air mendidih. Dari pengukuran suhu itu terlihat bahwa kaca membuat cahaya matahari bisa masuk sepenuhnya dan memerangkapnya.

Membalurkan kotoran sapi pada sisi luar mobil selain kaca, tak akan membuat suhu kabin mobil tetap dingin. Hal ini karena, hampir semua pemanasan, disebabkan cahaya yang masuk melalui kaca dan komponen inframerah yang terperangap oleh kaca.

Membalurkan kotoran sapi, justru bisa membuat cat mobil cepat rusak, karena kandungannya tak berbeda jauh dengan kotoran burung. 

Jika kotoran menempel dibiarkan berhari-hari, maka cat mobil bisa berubah secara permanen. Selain itu, tekstur kotoran sapi yang kasar seperti permukaan amplas bisa membuat bodi mobil tergores.
 

Editor : Dani Dahwilani