Kakek Pikun Beli Mobil Seharga Rp1 Miliar, Keluarga Tuntut Dealer Kembalikan Uang
JAKARTA, iNews.id - Keluarga di Amerika Serikat (AS) menuntut pengembalian dana setelah seorang pria lanjut usia berusia 83 tahun membeli SUV mewah seharga hampir 70.000 dolar AS atau sekitar Rp1 miliar. Keluarga menilai transaksi pembelian mobil terjadi saat kondisi mental pria tersebut tidak stabil karena demensia alias pikun.
Kasus ini terjadi di Douglas County, negara bagian Georgia, Amerika Serikat. Mobil yang dibeli merupakan Jeep Grand Cherokee baru dari dealer Scott Evans Jeep.
Putri pria tersebut, Alicia Miller mengatakan seorang tenaga penjual dealer datang ke fasilitas tempat ayahnya tinggal bersama istrinya setelah merespons sebuah iklan. Ayahnya, James Benson, diketahui telah didiagnosis mengalami demensia.
Menurut Miller, ayahnya sempat mengatakan kepada istrinya akan pergi ke toko. Namun, pria itu dilaporkan menghilang hampir 30 jam sebelum akhirnya kembali ke rumah.
Saat kembali, keluarga terkejut mengetahui Benson telah membeli SUV baru. Padahal, pria berusia 83 tahun itu disebut tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku dan sudah lama tidak aktif mengemudi.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran keluarga terkait proses penjualan mobil tersebut. Mereka mempertanyakan apakah transaksi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Benson.
Miller mengatakan istrinya Benson ikut menandatangani dokumen pinjaman mobil tersebut. Namun, dia tidak mengingat pernah menandatangani dokumen tersebut.
"Ibu saya menandatanganinya," kata Miller saat diwawancarai stasiun televisi WSB-TV dilansir dari Carscoops, Rabu (25/3/2026).
"Dia tidak ingat menandatanganinya. Ayah saya tidak pernah berpikir dia membeli mobil," ujar Miller.
Situasi keluarga semakin sulit setelah Benson meninggal dunia pada Februari lalu. Istrinya kini dipindahkan ke fasilitas kesehatan mental dan masih harus menanggung cicilan mobil tersebut.
Menurut Miller, cicilan kendaraan itu mencapai sekitar 750 dolar AS per bulan. Keluarga menilai kewajiban tersebut sangat membebani mengingat kondisi kesehatan ibunya.
Dealer mobil disebut telah menawarkan pengembalian sebagian biaya transaksi lebih dari 3.000 dolar AS. Namun, mereka belum menyetujui pengembalian dana penuh maupun pengembalian uang muka sebesar 5.000 dolar AS.
Dealer mengakui transaksi penjualan mobil tersebut terjadi. Namun, mereka menolak memberikan komentar terkait kasus tersebut.
Keluarga Benson kini mempertimbangkan langkah hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut. Miller mengatakan dia sedang berkonsultasi dengan pihak hukum untuk menilai kemungkinan gugatan terhadap dealer mobil.
Jika klaim keluarga terbukti melalui proses hukum, kasus tersebut dapat berujung pada penyelesaian di pengadilan atau kesepakatan antara kedua pihak. Selain itu, kasus ini juga berpotensi menimbulkan sorotan publik terhadap praktik penjualan kendaraan kepada konsumen lanjut usia dengan kondisi kesehatan tertentu.
Editor: Dani M Dahwilani