Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mitsubishi Bukukan SPK 3.212 Unit di GIIAS 2026, Xforce Tembus 1.000 Unit
Advertisement . Scroll to see content

Kehadiran Xforce HEV, Langkah Mitsubishi Jadikan Indonesia Basis Produksi Kendaraan Hybrid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:19:00 WIB
Kehadiran Xforce HEV, Langkah Mitsubishi Jadikan Indonesia Basis Produksi Kendaraan Hybrid
Mitsubishi Motors mengambil langkah penting menghadirkan New Xforce HEV sekaligus menempatkan Indonesia dalam peta produksi dan ekspor kendaraan hybrid global. (Foto: Dani/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Suara mesin yang semakin senyap perlahan menjadi wajah baru bagi industri otomotif Indonesia. Di tengah pergeseran menuju kendaraan rendah emisi, Mitsubishi Motors mengambil langkah penting menghadirkan New Xforce HEV sekaligus menempatkan Indonesia dalam peta produksi dan ekspor kendaraan hybrid global.

Kehadiran Mitsubishi New Xforce HEV bukan sekadar penambahan varian baru dalam keluarga Xforce. Mobil ini menjadi kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pertama Mitsubishi Motors di Indonesia yang diproduksi secara lokal oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI).

Langkah tersebut memiliki arti strategis. Setelah 55 tahun membangun perjalanan bisnis di Indonesia, Mitsubishi Motors mulai memperluas perannya dari sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar kendaraan menjadi bagian dari rantai produksi kendaraan elektrifikasi untuk pasar domestik dan global.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memperkenalkan Mitsubishi New Xforce di Jakarta, pada 16 Juli 2026. Mengusung konsep "Elevated Urban SUV", model ini membawa pembaruan pada desain, kenyamanan, keselamatan hingga teknologi elektrifikasi.

"Melanjutkan komitmen kami untuk Indonesia setelah perayaan 55 tahun perjalanan Mitsubishi Motors, New Xforce HEV menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pertama kami," ujar Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita dalam press conference di Jakarta.

"Kehadiran model ini memperluas pilihan mobilitas bagi pelanggan dengan tetap menghadirkan kepercayaan, keandalan, dan performa berkendara yang menjadi ciri khas Mitsubishi Motors. Lebih dari sekadar menghadirkan teknologi elektrifikasi, New Xforce HEV yang diproduksi di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) menandai langkah strategis kami dalam memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan HEV untuk pasar domestik maupun global," katanya.

Di dalam negeri, Xforce selama ini bermain di segmen SUV compact yang dekat dengan karakter konsumen perkotaan. Melalui New Xforce, Mitsubishi mencoba mempertahankan karakter tersebut sambil memasukkan teknologi hybrid sebagai bagian penting dari pengalaman berkendara.

Peningkatan juga menyentuh aspek kenyamanan melalui penyempurnaan suspensi, ruang kabin yang luas dan bangku belakang dengan delapan pengaturan kenyamanan. Fitur seperti Dual auto A/C dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate, ambient light dan Dynamic Sound Yamaha Premium tersedia untuk meningkatkan pengalaman berkendara.

Namun, daya tarik utama berada di balik kap mesin. Mitsubishi membekali Xforce HEV dengan sistem hybrid generasi kedua yang mengedepankan penggunaan tenaga listrik sebagai bagian penting dalam menggerakkan kendaraan.

Konsep tersebut dirangkum Mitsubishi melalui slogan "Electric Drive. Beyond Hybrid Confidence". Bagi konsumen, teknologi ini diterjemahkan dalam bentuk akselerasi yang lebih linear, suara kendaraan yang lebih senyap dan respons tenaga yang lebih cepat.

Motor Listrik Jadi Penggerak Utama

Mitsubishi New Xforce HEV mengandalkan mesin 1.6L DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik. Motor listrik menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 255 Nm, sementara mesin bensin memiliki tenaga 107 PS dan torsi 134 Nm.

Dalam kondisi tertentu, motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan. Karakter ini terutama terasa ketika mobil mulai bergerak, melaju pada kecepatan rendah dan menghadapi kepadatan lalu lintas perkotaan.

Mesin bensin kemudian bekerja sesuai kebutuhan. Selain membantu menghasilkan tenaga ketika kendaraan membutuhkan performa lebih besar, mesin juga dapat berperan dalam mengisi daya baterai.

Sistem tersebut bekerja secara otomatis dengan membaca berbagai kondisi, mulai dari kecepatan kendaraan, kondisi jalan, beban hingga kapasitas baterai. Dengan demikian, pengemudi tidak perlu menentukan kapan mesin atau motor listrik harus bekerja.

Saat kendaraan mengurangi kecepatan atau melintasi jalan menurun, energi pengereman dapat dikonversi menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai. Sebaliknya, ketika kendaraan membutuhkan tenaga tambahan seperti saat menanjak atau menyalip, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama.

Teknologi tersebut menjadi penting karena menawarkan pendekatan elektrifikasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya eksternal. Pengendara tetap menggunakan bahan bakar seperti kendaraan konvensional, tetapi mendapatkan dukungan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan.

Kemampuan efisiensi Mitsubishi New Xforce HEV tidak hanya berhenti pada klaim spesifikasi. Pembalap nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar membuktikannya melalui ajang Single Tank Challenge dengan rute Jakarta-Bali.

Dalam tantangan tersebut, Rifat berhasil membawa Mitsubishi New Xforce HEV menempuh jarak hingga 1.172 kilometer hanya dengan satu kali pengisian penuh tangki bensin. "Pencapaian ini menjadi gambaran mengenai kemampuan efisiensi sistem hybrid ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh," ujar Rifat.

Menariknya, angka tersebut melampaui klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer yang ditawarkan Mitsubishi New Xforce HEV. Kapasitas tangki bahan bakar 42 liter, capaian itu memperlihatkan bagaimana kombinasi mesin bensin dan motor listrik dapat dimanfaatkan untuk menekan konsumsi bahan bakar dalam perjalanan panjang.

Karakter SUV pada New Xforce HEV diperkuat melalui tujuh mode berkendara. Mode tersebut terdiri atas Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority dan Charge.

Mode EV Priority memungkinkan sistem memprioritaskan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Sementara Charge Mode memberikan opsi pengelolaan energi dengan mengisi daya baterai sesuai kebutuhan.

Ada pula Tarmac Mode yang dirancang untuk memberikan karakter berkendara lebih responsif di permukaan jalan beraspal. Kehadiran mode tersebut menunjukkan upaya Mitsubishi menjaga karakter SUV meski kendaraan telah mengadopsi teknologi hybrid.

Perubahan terbesar New Xforce HEV tidak hanya terlihat pada kendaraan. Di balik teknologi tersebut terdapat perubahan lebih besar dalam rantai industri otomotif Indonesia.

Produksi kendaraan hybrid di dalam negeri membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas manufaktur kendaraan elektrifikasi. Ketika produk lokal tidak hanya digunakan konsumen domestik tetapi juga diarahkan ke pasar ekspor, posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif regional ikut diperkuat.

MMKSI menghadirkan New Xforce dalam tiga varian, yakni Exceed, Ultimate dan HEV. Varian Ultimate dan HEV juga tersedia dengan Premium Package yang memberikan tambahan sejumlah fitur kenyamanan.

Untuk periode peluncuran, harga spesial New Xforce dengan status OTR Jabodetabek ditetapkan Rp388 juta untuk Exceed, Rp399 juta untuk Ultimate dan Rp445 juta untuk HEV.

New Xforce HEV juga mendapatkan sejumlah pembeda visual, antara lain desain pelek 18 inci khusus HEV, Hybrid EV badge, HEV badge di bagian depan dan belakang, front grille accent, rear combination lamp clear smoke type serta electric shifter.

Di sektor keselamatan, kendaraan ini dibekali berbagai fitur bantuan pengemudi seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control dengan low-speed follow, Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA) dan Multi Around Monitor (MAM).

Bagi Mitsubishi Motors, Xforce HEV menjadi bagian dari strategi tersebut. Mobil ini diproduksi di MMKI, sehingga Indonesia memiliki peran langsung dalam proses manufaktur kendaraan hybrid Mitsubishi.

Bagi Indonesia, nilai strategisnya terletak pada kemampuan menarik aktivitas produksi kendaraan elektrifikasi ke dalam negeri. Saat mobil hybrid diproduksi di Indonesia dan memiliki peluang masuk pasar ekspor, manfaatnya dapat meluas dari sektor penjualan kendaraan ke industri manufaktur serta rantai pasok.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut