Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diuji Ekstrem! Busa Jok Zeekr 009 Dilindas 9 Mobil dan Truk 20 Ton tapi Tetap Utuh
Advertisement . Scroll to see content

Kursi Mobil Bikin Pinggang Pegal saat Berkendara? Ini 5 Penyebab Jarang Disadari

Selasa, 29 September 2026 - 19:17:00 WIB
Kursi Mobil Bikin Pinggang Pegal saat Berkendara? Ini 5 Penyebab Jarang Disadari
Kursi mobil bikin pinggang pegal saat berkendara menjadi keluhan yang cukup sering dialami, terutama ketika menempuh perjalanan jauh. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kursi mobil bikin pinggang pegal saat berkendara menjadi keluhan yang cukup sering dialami, terutama ketika menempuh perjalanan jauh. Kondisi ini tidak selalu disebabkan terlalu lama duduk, tetapi bisa dipicu posisi berkendara, kondisi suspensi hingga permukaan jalan.

Rasa pegal atau nyeri pada pinggang saat mengemudi tidak sebaiknya terus dianggap sebagai hal biasa. Selain mengurangi kenyamanan, rasa sakit, kaku dan lelah dapat mengganggu konsentrasi pengemudi selama perjalanan.

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat pinggang lebih cepat pegal ketika duduk di jok mobil. Dilansir dari laman Suzuki berikut lima penyebab yang perlu diperhatikan.

1. Posisi Duduk Tidak Tepat

Posisi duduk menjadi salah satu penyebab utama pinggang cepat pegal saat mengemudi. Jok yang terlalu dekat, terlalu jauh, terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat tubuh berada dalam posisi yang kurang ideal.

Kondisi tersebut membuat otot pinggang bekerja lebih keras untuk menopang tubuh. Tekanan berlebih juga bisa dirasakan pada kaki dan tangan.

Untuk mendapatkan posisi yang lebih nyaman, atur jarak jok sesuai tinggi badan. Pastikan pinggul tetap sejajar dengan lutut dan tangan masih sedikit menekuk ketika memegang setir.

Ketinggian jok juga perlu disesuaikan agar pandangan ke jalan tetap optimal. Posisi tubuh sebaiknya tegak, sementara jarak tubuh dengan setir sekitar 25-30 cm.

2. Suspensi Mobil Aus

Suspensi merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi meredam getaran dan hentakan ketika mobil melewati jalan yang tidak rata.

Jika suspensi mulai aus atau mengalami kerusakan, kemampuan meredam getaran dapat berkurang. Hentakan dari permukaan jalan pun lebih mudah diteruskan ke kabin dan tubuh pengemudi.

Pinggang yang menjadi salah satu bagian tubuh penopang posisi duduk dapat menerima tekanan berulang sehingga lebih cepat terasa pegal.

3. Kondisi Jalan Rusak

Permukaan jalan juga berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara. Jalan berlubang atau tidak rata dapat memberikan hentakan berulang yang membuat tubuh cepat lelah.

Tekanan tersebut tetap bisa dirasakan meskipun suspensi mobil masih dalam kondisi baik. Karena itu, pengemudi sebaiknya memilih rute dengan kondisi jalan yang lebih baik jika tersedia.

Ketika harus melewati jalan rusak, kurangi kecepatan agar hentakan yang diterima kendaraan dan tubuh tidak terlalu keras.

4. Berkendara Terlalu Lama

Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam tanpa jeda dapat membuat otot menjadi tegang. Kondisi ini semakin terasa ketika pengemudi tidak melakukan peregangan selama perjalanan.

Untuk perjalanan jauh, pengemudi sebaiknya beristirahat secara berkala di lokasi yang aman. Gunakan waktu tersebut untuk turun dari mobil, mengubah posisi tubuh dan melakukan peregangan ringan.

5. Dukungan Pinggang Kurang Memadai

Desain jok juga berpengaruh terhadap posisi tubuh. Sandaran yang tidak memberikan dukungan cukup pada bagian pinggang dapat menyisakan ruang antara punggung dan jok.

Ruang tersebut membuat tubuh tidak mendapatkan penopang yang optimal. Akibatnya, otot pinggang bisa bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi tubuh selama berkendara.

Pengemudi dapat mempertimbangkan penggunaan bantalan pinggang atau lumbar support yang sesuai untuk memberikan dukungan tambahan. Dukungan pada area leher dan kepala juga penting agar posisi tubuh tetap nyaman.

Mengetahui penyebabnya, pengemudi dapat melakukan penyesuaian sebelum perjalanan dimulai. Posisi jok yang tepat, kondisi suspensi yang baik, pemilihan rute dan istirahat secara berkala dapat membantu mengurangi risiko pinggang pegal saat berkendara.

Jika nyeri pinggang terus berulang, semakin berat atau tetap muncul meski sudah memperbaiki posisi berkendara, sebaiknya jangan diabaikan dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut