Liburan Nataru Pakai Mobil Pribadi, Perhatikan Manajemen Perjalanan Ini
JAKARTA, iNews.id - Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) diprediksi akan ada pergerakan 44,17 juta orang, dan mobilitas didominasi mobil pribadi. Sebab itu, sangat penting melakukan manajemen waktu perjalanan agar bisa sampai tempat tujuan sesuai jadwal.
Berbagai persiapan, seperti mempersiapkan kondisi fisik, kendaraan, dan meminimalkan barang bawaan perlu dilakukan. Ini ditujukan agar perjalanan terasa aman dan nyaman ketika terjebak kemacetan.
Hal pertama yang perlu diperhatikan saat ingin melakukan perjalanan libur Nataru adalah pemilihan waktu perjalanan. Diharapkan masyarakat memilih waktu yang tidak terlalu ketat, terutama terkait jadwal libur.
“Untuk menghindari kemacetan, salah satu kuncinya adalah manajemen waktu. Tapi untuk libur Natal dan Tahun Baru, serta lebaran, pasti semua akan kena macet. Bahkan bagi yang berangkat hari H di pagi hari pasti akan terjebak macet,” kata Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), saat dihubungi iNews.id.
Kondisi fisik dan mental juga perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan libur Nataru. Untuk menjaga kondisi fisik tetap prima dan mental tetap terjaga sepanjang perjalanan, istirahat berkala perlu dilakukan.
“Kunci dari melakukan long trip adalah istirahat berkala, kalau menggunakan sistem target bahaya sekali. Jadi, kalau ingin Tahun Baru di tempat tujuan, maka dua hari sebelumnya sudah melakukan perjalanan. Target seperti itu baru benar, tapi kalau berharap satu hari perjalanan sampai tempat tujuan, pasti akan stres,” ujarnya.
Sony juga menyampaikan pelaku perjalanan libut Nataru yang menggunakan mobil pribadi harus bisa mengatur jadwal istirahat. Menurutnya, itu sangat perlu dilakukan oleh seorang pengendara agar perjalanan lebih aman.
“Ini penting banget, karena banyak sekali kecelakaan ketika memaksakan untuk mengemudi. Atur jadwal istirahat, meski hanya berhenti di rest area untuk meregangkan tubuh dan sebagainya, kondisi psikis kita akan memengaruhi cara mengemudi,” ucapnya.
Kondisi mental seorang pengemudi, diungkapkan Sony akan terkuras jika memaksakan berkendara dalam waktu yang lama. Pasalnya, mereka hanya fokus berkendara dan tak bisa melakukan aktivitas lainnya di dalam mobil seperti penumpang lain.
“Di dalam kabin itu kan visibilitas terbatas dan kita juga merasa dikungkung di dalam ruangan. Artinya kita harus istirahat, kemudian menghirup udara agar aliran darah lancar. Bahkan, kita harus menstimulasi penglihatan dan penciuman,” jelasnya.
Editor: Ismet Humaedi