Lotus Siap Gairahkan Pasar Asia, tapi Punya Cerita Duka di Indonesia
JAKARTA, iNews.id- Perusahaan mobil Inggris, Lotus, siap menggairahkan pasar Asia. Setelah mengaktifkan kembali merek mereka di Malaysia dan Thailand, kini giliran negeri gingseng, Korea Selatan, yang disapa.
Keberadaan Lotus di Korea Selatan ditandai dengan kerja sama antara Lotuus dan Kolon Mobility Group baru-baru ini. Sebagai bukti realisasi, Lotus nantinya akan membangun gedung megah di wilayah bisnis terkenal di Korea Selatan, Gangnam.
Menariknya dalam penandatanganan kerja sama tersebut Lotus mengungkap rencan kerja mereka di wilayah Asia. Dikutip dari Paultan, Kamis (1/6/2023), selain Korea Selatan mereka memang berharap untuk datang di berbagai wilayah di Asia seperti Vietnam dan Indonesia.
“Kami sedang mengembangkan kerja sama dengan beberapa mitra untuk hadir di pasar baru. Tujuannya untuk memperbesar kehadiran Lotus Eletre dan model-model lainnya," ujar Dan Belmer, Lotus Regional Director untuk wilayah APAC, Timur Tengah, dan Afrika.
Lotus Eletre menurut Dan Belmer merupakan salah satu magnet yang mereka miliki. Sejak mobil itu meluncur 25 Oktober 2022, Lotus menerima banyak undangan untuk hadir di beberapa negara.
"Saat ini kami sudah mulai bekerja dengan mitra lokal dan tengah melakukan langkah-langkah finalisasi untuk mereka. Kami akan mengumumkan rencana itu dalam waktu yang ditentukan," jelas Dan Belmer.
Lotus sebenarnya bukan mobil asing bukan Indonesia. Mobil sport Inggris itu pernah hadir di Indonesia medio 2000-an.
Lotus pertama kali hadir melalui Proton Edar Indonesia yang kini sudah tidak lagi beroperasi. Kebetulan Proton memang pernah menguasai saham Lotus sejak 1996 dan diizinkan memakai teknologi Lotus dan menjual mobil-mobil sport asal negeri Raja Charles III itu.
Mobil Lotus yang pernah dijual Proton Edar Indonesia di Tanah Air adalah Lotus Exige. Sayangnya mobil sport ringan itu kalah pamor dengan mobil-mobil sport lain seperti Ferrari, Lamborghini, dan McLaren.
Proton Edar Indonesia kemudian angkat kaki dari Indonesia karena penjualan yang sangat kecil. Saat Proton Edar Indonesia berhenti beroperasi, penjualan Lotus diambil alih oleh PT Artha Auto dengan skema impor utuh.
Lewat tangan PT Artha Auto, Lotus pernah menyapa masyarakat Indonesia melalui Lotus Evora. Sayangnya kerja sama PT Artha Auto dan Lotus juga berlangsung singkat.
Mirisnya kiprah Lotus ternyata tidak hanya di Indonesia saja tapi juga di beberapa negara di dunia. Kiprah bisnis mereka juga terseok-seok karena Proton yang memegang saham mayoritas Lotus tidak bisa berbuat banyak dalam merogoh kocek dalam-dalam.
Nasib mereka baru berubah ketika Geely akhirnya membeli Lotus pada 2017. Itu pun dilakukan setelah Geely memberli Proton lebih dulu.
Di tangan perusahaan otomotif raksasa dari China itu Lotus akhirnya bergairah lagi. Kini mereka sudah punya mobil baru yang sangat istimewa, Lotus Eletre. Lotus juga mulai giat lagi masuk ke pasar otomotif dunia.
Saat ini mereka sudah hadir lagi di Malaysia, Thailand, dan sekarang Korea Selatan. Sesuai janji Dan Belmer, bukan tidak mungkin Lotus datang lagi ke Indonesia.
Editor: Ismet Humaedi