Masuk Kategori Kendaraan Listrik, Mitsubishi Berharap Outlander PHEV Bebas Pajak

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 09 Februari 2020 - 16:31 WIB
Masuk Kategori Kendaraan Listrik, Mitsubishi Berharap Outlander PHEV Bebas Pajak

Mitsubishi berharap mobil jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mendapatkan insentif bebas pajak seperti mobil listrik murni. (Foto: iNews.id/Dani M Dahwilani)

DENPASAR, iNews.id - PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berharap mobil jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mendapatkan insentif yang sama seperti mobil listrik murni. Di mana mobil jenis ini dibebaskan dari pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di Jakarta.

Mitsubishi sendiri telah menghadirkan Outlander PHEV di pasar Indonesia pada 2019. Mereka menilai mobil ini masuk dalam kategori Electric Vehicle (EV).

Terkait pembebasan kendaraan listrik BBN-KB telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2020 yang berlaku mulai 15 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024. Dalam aturan tersebut Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai diberikan insentif tidak dikenakan pajak BBN-KB.

"Harapan kami masuk dalam regulasi ini, juga regulasi ganjil genap dan bebas parkir, sekarang masih abu-abu. Kalau mendiskripsikan Pergub No 3/2020 seharusnya Outlander PHEV masuk. Ini yang dijelaskan pergub sebenarnya sejalur dengan Outlander PHEV," ujar Eksekutif General Manager of Sales and Marketing Division PT MMKSI, Imam Chaerul Cahya di sela-sela Media Test Drive, Bali, baru-baru ini.

Imam mengatakan, pihaknya masih berupaya mendapatkan kemudahan dan menunggu implementasi dari pemerintah terkait peraturan tersebut. "Masih negosiasi dengan pemerintah supaya kendaraan kita masuk pada (ketegori) mobil elektrik (EV)," kata Imam.

Outlander PHEV merupakan mobil hybrid yang keempat rodanya hanya digerakkan motor listrik. Mesin 2.400 cc pada mobil ini tidak menggerakkan roda, tapi bekerja sebagai sumber energi (genset) yang menyuplai energi ke motor listrik.

"Perlu dikomunikasikan dengan berbagai pihak. Mesin mobil ii menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik, yang menggerakkan roda itu listrik. Ini yang mesti disosialisasikan," kata Imam.

Editor : Dani Dahwilani