Masuk Pasar Indonesia, Forland Luncurkan 2 Kendaraan Komersial Listrik
JAKARTA, iNews.id - Produsen kendaraan niaga asal China, Forland memasuki pasar Indonesia berkolaborasi dengan PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) sebagai distributor utama. Forland meluncurkan dua model kendaraan komersial listrik, yakni ET5 dan EL5e untuk mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan di Tanah Air.
Forland merupakan salah satu produsen kendaraan niaga terbesar di China. Perusahaan ini memiliki total produksi kumulatif lebih dari 7 juta unit dengan jaringan distribusi yang tersebar di 50 negara. Pengalaman manufaktur berskala besar dan standar kualitas internasional, Forland berambisi memperluas bisnis di pasar kendaraan komersial Indonesia.
"Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Pengalaman manufaktur global Forland selama dekade terakhir menjadi fondasi utama kami, dan kolaborasi strategis dengan TUS adalah langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia," ujar CEO Forland International, Dong YongSheng dalam peluncuran Forland Indonesia di Jakarta, Selasa (3/10/2026).
Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), JinHong Lin Darwin mengatakan, kehadiran Forland tidak hanya berorientasi pada penjualan kendaraan, tetapi juga pengembangan ekosistem transportasi listrik di Indonesia. Investasi yang dilakukan perusahaan harus memberikan kontribusi jangka panjang bagi Indonesia, bukan sekadar menjadikan Tanah Air sebagai pasar penjualan.
"Ada satu filosofi yang menjadi landasan komitmen kami. Jangan hanya berinvestasi di Indonesia, tetapi tumbuh dan berakar di Indonesia. Bagi PT Tangguh Utama Sejahtera, Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan tempat kami membangun masa depan bersama," ujar Jin Hong Lin Darwin.
Dia mengatakan, perusahaan berkomitmen mengembangkan perakitan lokal, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, serta memperluas jaringan layanan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri otomotif nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kami ingin Forland bukan hanya menjadi merek kendaraan komersial di Indonesia, tetapi juga bagian dari pertumbuhan industri dan perekonomian bangsa," katanya.
JinHong Lin Darwin menyebutkan dengan dukungan teknologi Forland serta pengalaman dan jaringan TUS, perusahaan optimistis dapat membangun kemitraan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan.
Luncurkan 2 Kendaraan Listrik

Forland memperkenalkan dua kendaraan komersial listrik untuk pasar Indonesia, yakni Forland ET5 dan Forland EL5e. Kedua model ini menawarkan kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis, mulai dari distribusi barang hingga sektor perkebunan dan konstruksi.
Forland ET5 menjadi salah satu produk yang ditawarkan dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 2,5 ton. Truk listrik ini memiliki jarak tempuh hingga 357 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Untuk mendukung efisiensi operasional, Forland ET5 dibekali teknologi pengisian cepat. Pengisian baterai dari 20 persen hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit.
Selain jarak tempuh dan pengisian daya, kendaraan ini juga menawarkan efisiensi biaya operasional. Forland mengklaim penggunaan ET5 dapat menekan biaya operasional hingga 80 persen dibandingkan kendaraan konvensional.
Sementara itu, Forland EL5e menyasar kebutuhan angkutan dengan kapasitas lebih besar. Kendaraan komersial listrik ini memiliki kemampuan mengangkut muatan atau payload hingga 10 ton dengan jarak tempuh mencapai 210 kilometer.
EL5e menggunakan baterai CATL Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 103 kWh. Baterai tersebut memiliki perlindungan IP68 terhadap air dan debu serta dilengkapi sistem pendingin cair atau liquid cooling.
Untuk mendukung aktivitas di medan berat, Forland EL5e dilengkapi fitur rear differential lock yang membantu menjaga roda penggerak tetap berputar ketika kendaraan melintasi permukaan jalan yang licin atau tidak rata.
Kemampuan lainnya terlihat dari tingkat tanjakan atau gradeability minimal 25 persen. Spesifikasi ini memungkinkan EL5e melewati jalur perkebunan maupun jalan angkut dengan kontur menanjak.
Forland juga membekali EL5e dengan Power Take-Off (PTO) dan sistem hidraulis. Fitur tersebut memungkinkan kendaraan digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti dump truck, arm-roll, hingga kendaraan penarik.
Dari sisi kenyamanan, truk listrik ini menggunakan kursi dengan sistem peredam guncangan atau absorption seat untuk mengurangi getaran yang dirasakan pengemudi selama perjalanan.
Sistem pengeremannya turut dilengkapi teknologi regenerative braking yang dapat memulihkan energi saat kendaraan melambat. Selain itu, tersedia rem angin atau air brakes serta Electronic Parking Brake (EPB).
Untuk pengisian daya, Forland EL5e membutuhkan waktu sekitar 35 menit untuk mengisi baterai dari 20 persen hingga 80 persen.
Kehadiran ET5 dan EL5e memperlihatkan upaya Forland menghadirkan kendaraan niaga listrik untuk berbagai kebutuhan bisnis di Indonesia. Kedua model tersebut menawarkan kombinasi kapasitas angkut, jarak tempuh, serta teknologi pendukung operasional.
Untuk mendukung penjualan, diketahui perusahaan telah membangun tujuh dealer dan dan pada 2027 akan membangun 18 dealer sehingga menjadi 20 dealer.
Editor: Dani M Dahwilani