Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Invasi Mobil China di IIMS 2026, Jepang Bertahan Andalkan Hybrid dan ICE
Advertisement . Scroll to see content

Mengintip Sejarah Merek Mobil Tertua di China BAIC Sebelum Melantai di GIIAS 2024

Jumat, 26 Juli 2024 - 22:10:00 WIB
Mengintip Sejarah Merek Mobil Tertua di China BAIC Sebelum Melantai di GIIAS 2024
Tampil perdana di GIIAS 2024, BAIC faktanya adalah produsen mobil tertua di China jauh sebelum merek lain muncul. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia kedatangan banyak merek mobil dari China. Salah satunya BAIC yang kini tampil dalam pameran otomotif Gaikindo Indoensia International Auto Show (GIIAS) 2024. 

Bagi sebagian publik Indonesia nama BAIC mungkin terdengar asing. Tapi, faktanya BAIC adalah produsen mobil tertua di China. BAIC meluncurkan sedan pertama yang diberi nama Jinggangshan pada 1958

BAIC secara terus menerus melakukan riset dan pengembangan yang menitikberatkan pada inovasi teknologi dengan prinsip “craftsmanship at heart”. Filosofi tersebut menggambarkan setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian dari misi untuk terus berinovasi menuju pada teknologi otomotif cerdas, hemat energi dan aman. 

Pada usia 25 tahun berkiprah di industri otomotif, untuk pertama kalinya BAIC mengembangkan bisnisnya Joint Venture dengan pabrikan otomotif asal Amerika dan membentuk Beijing Jeep Corporation pada 1983. 

Keberhasilannya dalam kerja sama tersebut membuahkan joint venture berikutnya dengan pabrikan asal Korea Hyundai pada 2002, kemudian membentuk Beijing Hyundai Motor Co Ltd. Tiga tahun kemudian kesuksesannya tercermin dengan kepercayaan pabrikan otomotif asal Stuttgart, Jerman yang terkenal dengan produk premiumnya membentuk Beijing Benz Automotive Co Ltd pada 2005. 

Sejarah besar industri otomotif dunia terus dicetak BAIC Group. Membangun pabrikan Commercial Vehicle yang sukses besar dan dikenal memiliki penjualan nomor 1 di dunia yaitu Foton Motor Co Ltd pada 1996.

Group ini terus melebarkan sayap bisnisnya dengan membeli hak intelektual brand asal Swedia, SAAB pada 2009, mengakuisisi 100 persen saham pabrikan Automotive Roof System asal Belanda yang dikenal dengan dengan kualitasnya INALFA pada 2011.

Bahkan pada 2016 grup ini membeli 35 persen saham Fujian Benz yang mengembangkan light commercial vehicle untuk beberapa brand yang cukup dikenal seperti Mercedes-Benz Viano, Sprinter dan V-Class. 

Berkomitmen terus melahirkan produk otomotif berkualitas, pada 2018, BAIC kerja sama dengan MAGNA membangun manufacturing base serta melakukan riset dan pengembangan untuk membuat high-end battery electric vehicle (BEV). 

MAGNA merupakan pabrikan part otomotif terbesar di Amerika Utara yang telah bekerja sama dengan berbagai brand ternama dari berbagai belahan dunia. 

Tidak mudah puas dengan itu pada Desember 2021, BAIC Group secara resmi menjadi pemilik saham terbesar Daimler AG sebesar 9,98 persen.

Ekspanai tidak terbantahkan. BAIC kini menjadi salah satu dari lima besar grup otomotif terbesar di China dan diperhitungkan dalam Fortune Global 500 di posisi 193 melalui tiga fokus bisnisnya, yaitu complete vehicles, components and service trade dan lini produk utama yang mendunia Self owned brand (BAIC, Foton, Arcfox, Beijing) serta Joint Venture Brand (Beijing Benz, Fujian Benz Beijing Hyundai).

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut