Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MPV Mewah Huawei dan JAC, Maextro V800 Alami Kegagalan Pedal Rem saat Diuji Pengereman Darurat 
Advertisement . Scroll to see content

Mitsubishi Recall 227.000 Kendaraan di AS Terkait Rem

Senin, 05 Februari 2018 - 19:49:00 WIB
Mitsubishi Recall 227.000 Kendaraan di AS Terkait Rem
Mitsubishi kembali melakukan recall kendaraannya sebanyak 226.995 ribu unit di AS karena masalah rem. (Foto: Carscoops)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Mitsubishi kembali melakukan recall (tarik kembali) kendaraannya sebanyak 226.995 ribu unit di Amerika Serikat (AS) karena masalah rem. Di mana poros akuator pada rem rawan korosi akibat air bocor ke kaliper rem belakang. Hal itu bisa membuat rem parkir tidak bisa dioperasikan, dan bisa berakibat mobil bergerak sendiri saat diparkir.

Dilansir dari Carscoops, Senin (5/2/2018), Mitsubishi menetapkan kendaraan yang di-recall antara lain Outlander produksi 2014-2016 dan Outlander sport buatan 2013-2016. Mitsubishi juga meminta kepada para pemilik kedua kendaraan tersebut agar membawa ke dealer lokal.

Selain bermasalah dengan bagian rem, pabrikan otomotif yang bermarkas di Jepang itu juga mengalami problem di bagian atap mobil atau sunroof. Menurut Mitsubishi, sunroof bisa terlepas saat berjalan.

Untuk model kendaraan yang terkena dampak meliputi, Outlander 2007-2010, Lancer 2008-2010, Lancer Evolution 2008-2010, dan Model Lancer Sportback 2010.

Jika digabungkan dengan recall sebelumnya Mitsubishi sudah menarik kembali total 368.048 kendaraan. Hal itu menunjukkan kendaraan yang ditarik oleh produsen yang terjual hanya 103.686 unit di Amerika hingga akhir tahun.

Cakupan penarikan mulai dari 2006 sampai 2016, hampir separuh dari 922.766 unit kendaraan yang dijual Mitsubishi selama 11 tahun tersebut ditarik.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut