Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transfer Teknologi, Foton Serahkan Mobil Listrik untuk Dipelajari Mahasiswa Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Mobil Listrik Bekas Mulai Diburu, Harga dan Kondisi Baterai Jadi Pertimbangan?

Minggu, 04 Oktober 2026 - 10:16:00 WIB
Mobil Listrik Bekas Mulai Diburu, Harga dan Kondisi Baterai Jadi Pertimbangan?
Mobil listri bekas mulai diburu masyarakat. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mobil listrik bekas mulai menarik perhatian konsumen seiring semakin banyaknya kendaraan elektrifikasi yang beredar di jalan. Namun, sebelum memutuskan membeli, calon konsumen tidak hanya melihat harga yang ditawarkan.

Kondisi baterai justru menjadi salah satu hal penting yang diperiksa. Maklum, baterai merupakan komponen utama mobil listrik sekaligus bagian yang kerap membuat calon pembeli kendaraan bekas merasa khawatir.

Selain itu, konsumen mulai menghitung biaya penggunaan sehari-hari, perawatan, masa garansi, hingga kemungkinan harga jual kembali kendaraan.

Pemilik Garasi 91 sekaligus pengamat dan penggiat otomotif, Ferdian Kusuma Putra, mengatakan bahwa pertimbangan konsumen terhadap mobil bekas kini semakin luas. Mereka tidak hanya membandingkan harga pembelian, tetapi juga menghitung biaya yang harus dikeluarkan setelah kendaraan dimiliki.

"Sekarang konsumen tidak berhenti di pertanyaan harga. Mereka mulai bertanya setelah mobil dibeli, biaya perawatannya berapa, konsumsi hariannya bagaimana, sampai kalau nanti dijual kembali nilainya seperti apa," katanya dalam keterangan resmi, belum lama ini.

"Artinya, yang dihitung bukan lagi hanya harga beli, tetapi biaya memiliki kendaraan secara keseluruhan," tambahnya.

Kondisi baterai menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan penggunaan kendaraan. Calon pembeli ingin mengetahui apakah performa baterai masih sesuai kebutuhan serta apakah masih terdapat garansi yang dapat memberikan perlindungan setelah mobil dibeli.

Hal tersebut juga menjadi pertimbangan Chintia Aswanti (31) ketika mulai mempertimbangkan mobil listrik bekas. Dia sempat khawatir dengan kemungkinan biaya besar jika baterai mengalami masalah.

"Awalnya saya justru takut membeli mobil listrik bekas karena berpikir kalau ada masalah baterai pasti mahal. Setelah dihitung, ternyata yang lebih penting bukan hanya harga mobilnya, tetapi kondisi baterainya, garansi dan biaya pemakaian sehari-hari. Dari situ saya merasa mobil listrik bekas ternyata layak dipertimbangkan," kata Chintia.

Menurut Ferdian, minat terhadap mobil listrik bekas memang mulai terlihat. Namun, konsumen masih cukup selektif dalam menentukan kendaraan yang akan dibeli.

"Mobil listrik bekas memang mulai dilirik konsumen, tetapi sejauh ini pilihannya masih sangat selektif. Konsumen biasanya lebih banyak menggali informasi soal kondisi baterai, biaya perawatan dan penggunaan hariannya," ujarnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan mobil konvensional bekas yang sudah lebih lama dikenal masyarakat. Konsumen umumnya telah memiliki gambaran mengenai biaya servis, ketersediaan suku cadang dan tempat perawatan kendaraan.

"Di sisi lain, mobil konvensional bekas masih memiliki pasar dan tingkat kepercayaan yang lebih kuat karena konsumen sudah lebih familiar dengan biaya perawatan, ketersediaan suku cadang maupun layanan servisnya," kata Ferdian.

Karena itu, harga murah belum tentu menjadi satu-satunya alasan konsumen memilih mobil listrik bekas. Kondisi baterai, biaya pemakaian, riwayat kendaraan, garansi dan kebutuhan penggunaan sehari-hari ikut menentukan keputusan.

Bagi calon pembeli, mengecek kondisi mobil secara menyeluruh menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, harga yang terlihat lebih terjangkau sejak awal tetap sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan selama kendaraan digunakan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut