Mobil Listrik di Indonesia, Harus Pakai Baterai Dalam Negeri

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:15 WIB
Mobil Listrik di Indonesia, Harus Pakai Baterai Dalam Negeri

Pemerintah mewajibkan produsen mobil yang memproduksi mobil listrik menggunakan baterai produksi dalam negeri. (Foto: SK Innovation/The Keea)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mewajibkan para produsen mobil yang memproduksi mobil listrik menggunakan baterai produksi dalam negeri. Ini agar harga mobil listrik di Indonesia terjangkau.

"Gotong-gotong baterai itu berat (impor), ongkosnya juga tinggi. Jadi, seluruh industri mobil listrik harus pakai baterai buatan dalam negeri. Agar mobil listriknya juga murah," ujar Airlangga di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Ada beberapa pabrikan mobil yang tertarik untuk joint venture dengan perusahaan otomotif di Indonesia terkait baterai mobil listrik. Volkswagen dan Tesla menjadi kandidat kuat pabrikan mobil tersebut.

"Kami belum dapat merinci nama-nama perusahaan yang berminat masuk ke Indonesia. Soal VW dan Tesla masih dalam proses," kata Airlangga.

Selain soal baterai, Airlangga mengimbau PLN untuk terus membangun pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan. Sebab, esensi dari mobil listrik adalah mengurangi emisi kendaraan bermotor.

Seperti diketahui, tenaga batubara yang merupakan bahan bakar fosil dan kurang ramah lingkungan, ternyata masih mendominasi sumber pembangkit listrik di Indonesia.

"Baterai adalah bagian dari ekosistem. Tentu kita dorong basis pembangkit listrik yang berbasis renewable energy. Karena nantinya, baterai ini tak hanya untuk mobil listrik, tapi untuk keperluan lain," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani