Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menguji Changan Nevo Q05 di Jalan Pekotaan Padat, Intip Fitur dan Teknologinya
Advertisement . Scroll to see content

Mobil Listrik Nevo QO5 Diproduksi Lokal, Distribusi Ditargetkan September 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:58:00 WIB
Mobil Listrik Nevo QO5 Diproduksi Lokal, Distribusi Ditargetkan September 2026
Mobil listrik Nevo Q05 mulai diproduksi lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD) sejak Juli 2026. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mobil listrik Nevo Q05 mulai diproduksi lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD) sejak Juli 2026. Distribusi unit kepada konsumen ditargetkan mulai September 2026, dengan pelaksanaannya menunggu kesiapan dokumentasi dan sejumlah proses administrasi.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya mengatakan, produksi Nevo Q05 dilakukan secara bertahap sejak Juli 2026. Setelah melalui proses penyesuaian pada tahap awal, produksi kini terus berjalan setiap hari di fasilitas perakitan lokal.

"Produk sudah di CKD (dirakit), jadi dari saat ini pun kita sudah dari pabrik tiap hari ada produksi lah ya, kita ada produksi," kata Setiawan Surya kepada jurnalis, Jumat (21/8/2026).

Dia menjelaskan, produksi perdana membutuhkan sejumlah penyesuaian sebelum berjalan secara rutin. Namun, proses tersebut terus berkembang sehingga produksi Nevo Q05 kini dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara untuk distribusi, Changan Indonesia menargetkan pengiriman unit kepada konsumen mulai September 2026. Waktu pengiriman masih bergantung pada penyelesaian sejumlah dokumen dan kesiapan proses pendukung lainnya.

"Planning kita ya di September sih. Kita mulai ya rencananya begitu," ujarnya.

Setiawan mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan persiapan tersebut dari hari ke hari. Jika seluruh persyaratan sudah siap, pengiriman Nevo Q05 diharapkan dapat dimulai pada awal September.

"Jadi kita lihat di awal bulan depan. Kalau semuanya siap kita mulai delivery," katanya.

Respons pasar terhadap Nevo Q05 sejak diperkenalkan dinilai positif. Hal itu terlihat dari capaian pemesanan kendaraan selama gelaran GIIAS 2026.

Setiawan mengungkapkan, Changan Indonesia mencatatkan total 1.120 SPK selama GIIAS 2026. Dari jumlah tersebut, Nevo Q05 menyumbang 876 unit atau sekitar 78 persen dari total pemesanan.

"Kalau respons pasar kita positif ya, karena ketolong waktu kita mulai GIIAS kan waktu itu responsnya mantap, bagus," kata Setiawan.

Setelah GIIAS 2026, Nevo Q05 kembali diperkenalkan kepada konsumen melalui sejumlah pameran di daerah. Changan Indonesia mengikuti pameran di Semarang dan Medan untuk memperluas jangkauan pasar.

Menurut Setiawan, respons konsumen di daerah juga menunjukkan hasil positif. Namun, untuk jumlah SPK secara nasional setelah GIIAS, perusahaan masih melakukan rekapitulasi.

"SPK kalau di GIIAS kita sudah announce, sudah info. Tapi kalau yang lagi berjalan ini kita belum rekap, masih jalan," ujarnya.

Dari dua varian Nevo Q05 Pro dan Max yang ditawarkan, varian tertinggi menjadi model yang paling banyak mendapatkan perhatian konsumen. "Mayoritas larinya yang di atas tuh, di Max. Mayoritas di atas," kata Setiawan.

Persaingan di segmen SUV listrik dengan harga sekitar Rp300 jutaan dinilai cukup ketat. Meski demikian, Setiawan melihat pasar tersebut masih memiliki potensi besar karena minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus berkembang.

Dia optimistis Nevo Q05 dapat diterima pasar karena menawarkan kenyamanan dan ruang kabin yang lapang.

Hingga akhir 2026, Changan Indonesia akan fokus pada dua model baru, yakni Nevo Q05 dan Deepal S05. Sementara kemungkinan menghadirkan model baru lainnya masih menjadi bagian dari rencana perusahaan.

Terkait target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60 persen pada 2027, Setiawan mengatakan pembahasan tersebut masih menjadi ranah pihak pabrik. Saat ini, tingkat TKDN yang diterapkan masih berada di angka 40 persen.

"Kalau sekarang ini kita masih ikut aturan 40 persen. Tinggal 20 persen lagi. Mudah-mudahan dan kita berusaha untuk bisa," katanya.

Changan Indonesia juga melihat peluang untuk bermain di segmen SUV listrik lima penumpang maupun tujuh penumpang dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, Setiawan belum mengungkap detail mengenai rencana model yang akan disiapkan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut