Modifikasi hingga Ratusan Juta, Safety Kendaraan Tetap yang Utama

Dani M Dahwilani ยท Senin, 10 September 2018 - 07:15 WIB
Modifikasi hingga Ratusan Juta, Safety Kendaraan Tetap yang Utama

Meski sudah dimodifikasi habis-habisan, namun kendaraan truk harus tetap aman dan layak jalan dipakai sehari-hari. (Foto: Forwot for iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Baru-baru ini, digelar lomba modifikasi truk Jogjakarta Truck Festival (JTF) 2018. Banyak yang bertanya berapa biaya memodifikasi mobil jumbo ini? Bagaimana dengan sistem keamanannya, mengingat truk adalah kendaraan komersial.

Salah satu karoseri yang terlibat dalam proyek modifikasi peserta JTF 2018, Bawor Maju Jaya mengungkapkan, untuk membangun truk modifikasi membutuhkan dana hingga Rp150 juta. Di ajang ini, tak kurang dari tiga unit Isuzu ELF NMR71 dibangun karoseri asal Banyumas ini dari kondisi standar menjadi truk modifikasi layak kontes.

"Sisi kabin yang paling rumit untuk dimodifikasi. Tantangan terberatnya di sektor ini karena harus kami bongkar semua. Di sisi lain, urusan cat juga bisa menyedot biaya cukup besar. Bisa dibayangin mas, kalau harga cat untuk truk itu bisa mencapai harga Rp2 juta per kilogram. Rata-rata untuk menggarap satu unit truk itu bisa menghabiskan sebanyak 5 kilogram," ujar Taryo, salah satu teknisi Bawor Maju Jaya, dalam keterangan pers yang dilansir iNews.id, Senin (10/9/2018).

Meski sudah dimodifikasi habis-habisan, namun menurut Taryo, truk tersebut harus tetap aman dan layak jalan dipakai sehari-hari. "Jadi modifikasinya hanya sebatas tampilan tanpa harus menambah atau mengurangi bagian-bagian lain, khususnya di sektor mesin dan juga fitur safety," kata Taryo.

Sementara Karsono, pemilik truk Isuzu ELF NMR71 bangga bisa menjadi salah satu peserta JTF 2018. Baginya tidak masalah menghabiskan dana ratusan juta rupiah demi sebuah pamor.

"Meski sudah dimodif, truk ini terus saya pakai untuk mencari rezeki setiap hari. Kalau dibilang sayang duit, enggak juga, karena ada kepuasan tersendiri. Apalagi rasanya bangga banget kalau truk kita selalu jadi pusat perhatian orang," kata Karsono, yang mengaku rutin membawa truk miliknya mengantar logistik ke Jakarta dan Bandung.


Editor : Dani Dahwilani