Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap, Ada 91 Perusahaan Rakit Kendaraan Listrik di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Pabrik BYD di Subang Senilai Rp16 Triliun Siap Beroperasi

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:55:00 WIB
Pabrik BYD di Subang Senilai Rp16 Triliun Siap Beroperasi
Pabrik BYD senilai Rp16 triliun di Subang, Smartpolitan, Jawa Barat. siap beroperasi dalam waktu dekat. (Foto: iNews id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pabrik BYD di Subang, Smartpolitan, Jawa Barat. siap beroperasi dalam waktu dekat. Langkah ini sebagai bagian dari komitmen investasi produsen kendaraan listrik asal China tersebut di Indonesia. Fasilitas ini dibangun dengan nilai investasi 1 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun.

Diketahui, BYD merupakan salah satu merek penerima insentif mobil listrik impor dari pemerintah pada 2024. Sebagai konvensasi, BYD wajib melakukan perakitan lokal sesuai jumlah unit impor yang terjual secara ritel sepanjang periode 2024–2025.

Pabrik BYD di Subang ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026. Meski hingga Februari 2026 produksi massal belum dilakukan, perusahaan memastikan perakitan lokal berjalan sesuai jadwal.

“Kita saat ini sudah berhasil mendapatkan empat sertifikat,” kata Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan di IIMS 2026.

Tidak ketinggalan sertifikat implementasi IKD (Incompletely Knock Down) dan sertifikat IKD khusus kendaraan elektrik. Deretan sertifikat itu, menurut Luther menjadi salah satu bentuk wujud kesiapan fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat.

“Fasilitas yang kita miliki ini sudah sangat siap, ter-recognize, lengkap secara peralatan untuk memproduksi sebuah kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diharapkan oleh pemerintah,” ujar Luther.

Dia mengungkapkan sekarang BYD berfokus memastikan setiap model dirakit di Indonesia dalam kondisi sempurna tanpa kesalahan dari sisi produksi.

“Memang dalam proses manufaktur itu ada namanya commissioning, alignment. Ini terdiri dari ratusan peralatan yang harus diintegrasikan, setiap roll off wajib presisi, zero error,” kata Luther.

Proses yang disebut trial produksi itu tengah dijalankan sebagai salah satu bentuk persiapan. Meskipun enggan memberikan waktu pasti, pabrik BYD diyakini mulai beroperasi dalam waktu dekat di 2026.

Kapasitas 150.000 Unit per Tahun

Pabrik BYD di Subang dibangun di atas lahan pengembangan seluas 108 hingga 126 hektare. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.

Produksi tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan fasilitas ini juga akan menjadi basis ekspor untuk kawasan ASEAN.

Investasi Rp16 triliun yang digelontorkan BYD juga mencerminkan komitmen terhadap peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik berbasis produksi lokal.

Keberadaan pabrik ini mempertegas ambisi BYD memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Indonesia. Jika produksi berjalan sesuai target pada awal 2026, pabrik BYD di Subang berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur EV terbesar di kawasan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut