Pemesanan Lebih 12.000 Unit, Jaecoo Janji J5 EV Tiba di Tangan Konsumen Sebelum Lebaran
JAKARTA, iNews.id – Antusiasme pasar terhadap mobil listrik Jaecoo J5 EV terus melonjak. Sejak diluncurkan pada November hingga Desember 2025, pemesanan Jaecoo J5 EV tercatat telah menembus lebih dari 12.000 unit. Tingginya minat ini membuat antrean pengiriman ke konsumen mengular panjang.
Hingga saat ini, Jaecoo baru mengirimkan sekitar 3.000 unit kepada konsumen. Kondisi tersebut membuat pabrikan mobil asal China itu menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih menunggu unit kendaraan mereka.
President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, menjelaskan keterlambatan terjadi karena seluruh unit Jaecoo J5 EV dirakit secara lokal, bukan didatangkan dalam bentuk CBU atau impor utuh. Menurut dia, proses produksi membutuhkan waktu agar target pengiriman bisa terpenuhi.
“Kami sampaikan permintaan maaf. Karena kami tidak CBU, jadi dari awal sudah dirakit lokal. Butuh proses untuk memenuhi target produksi. Kami juga terus menambah SDM untuk dapat memenuhi pemesanan,” ujar Zeng Shuo saat Handover Ceremony Jaecoo J5 EV di PIK 2, Tangerang, Sabtu (24/1/2026).
Jaecoo merinci, sejak peluncuran pada 3–4 November 2025, pemesanan Jaecoo J5 EV langsung mencapai 2.000 unit. Angka tersebut melonjak menjadi 6.000 unit pada 21 November, lalu menembus 8.000 unit hingga akhir November. Antrean semakin panjang setelah total pemesanan melampaui 12.000 unit per 31 Desember 2025.
Dari total tersebut, 3.000 unit yang telah dikirim merupakan pesanan konsumen pada November 2025. Artinya, masih ada sekitar 5.000 konsumen yang melakukan SPK di bulan yang sama dan kini masih harus bersabar menunggu giliran pengiriman.

"Kami akan mempercepat produksi agar unit J5 EV dapat diterima konsumen sebelum Lebaran 2026," kata Zheng Shuo.
Di sisi lain, kekhawatiran konsumen juga muncul terkait potensi kenaikan harga mobil listrik pada Januari 2026. Hal ini menyusul belum adanya kepastian dari pemerintah mengenai kelanjutan insentif mobil listrik, khususnya terkait PPN.
Head of Sales Jaecoo Indonesia, Willy Winawan, mengatakan pihaknya memahami keresahan konsumen. Namun, menurut dia, hingga saat ini harga resmi masih menunggu kebijakan pemerintah terkait insentif.
“Namun karena belum ada kebijakan PPN (insentif mobil listrik) 10 persen, kita belum mengetahui harga pasti, terutama bagi teman-teman yang telah melakukan pemesanan tahun lalu,” ujar Willy.
Meski begitu, Willy menegaskan konsumen yang sudah melakukan pemesanan sebelumnya tetap mendapat perlindungan harga. “Bagi yang telah memesan, harga tetap Rp299,9 juta untuk tipe tertinggi dengan melakukan price lock insurance, sehingga harga tidak berubah,” katanya.
Sebagai informasi, Jaecoo J5 EV dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp249,9 juta untuk tipe Standard dan Rp299,9 juta untuk varian Premium on the road (OTR) Jakarta.
Editor: Dani M Dahwilani