Penjualan Mobil Indonesia Tembus 599 Ribu Unit hingga Agustus 2026, Kendaraan Listrik Unjuk Gigi
JAKARTA, iNews.id - Penjualan mobil di Indonesia secara wholesales menembus 599.491 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Di tengah dominasi kendaraan konvensional, mobil listrik (EV) mulai menunjukkan taring dengan menempati posisi teratas dalam daftar model terlaris pada Agustus 2026.
Berdasarkan data industri otomotif Indonesia yang bersumber dari GAIKINDO, kendaraan penumpang masih menjadi kontributor terbesar dengan 433.374 unit atau 89,4 persen dari total penjualan.
Penjualan wholesales nasional mengalami fluktuasi sepanjang delapan bulan pertama 2026. Penjualan bulanan tertinggi tercatat pada Agustus dengan 81.756 unit, sedangkan yang terendah terjadi pada Maret sebanyak 61.271 unit.
Pada Januari, penjualan tercatat 66.498 unit. Angka tersebut meningkat menjadi 81.247 unit pada Februari, sebelum turun menjadi 61.271 unit pada Maret.
Pasar kembali tumbuh pada April dengan penjualan 80.789 unit. Penjualan kemudian berada di level 69.219 unit pada Mei, meningkat menjadi 77.596 unit pada Juni dan 81.115 unit pada Juli.
Penjualan akhirnya mencapai titik tertinggi sepanjang Januari-Agustus 2026 pada Agustus dengan 81.756 unit.
Segmen 4x2Mendominasi
Berdasarkan kategori kendaraan, tipe 4x2 masih menjadi tulang punggung pasar otomotif Indonesia dengan kontribusi 74,6 persen.
Penjualan kendaraan 4x2 berada di kisaran 30.259-41.370 unit per bulan, terutama didominasi varian dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc.
Sementara itu, kategori Low Cost Green Car (LCGC) 4x2 mencatat penjualan sekitar 6.725-11.412 unit per bulan. Segmen tersebut menunjukkan penjualan yang relatif stabil, terutama setelah Februari yang berada di kisaran 8.000-9.600 unit per bulan.
Untuk kendaraan 4x4, penjualan berada di kisaran 1.004-1.971 unit per bulan. Adapun kategori sedan mencatat penjualan sekitar 210-390 unit per bulan.
Di segmen komersial, penjualan truk meningkat dari 4.966 unit pada Januari menjadi 9.528 unit pada Agustus. Khusus kendaraan dengan kategori GVW 5-10 ton, penjualan naik dari 3.418 unit pada Januari menjadi 7.986 unit pada Juli.
Segmen pick up juga mencatat volume penjualan yang besar. Penjualan tertinggi terjadi pada Februari dengan 14.500 unit, kemudian turun menjadi 7.947 unit pada Maret. Setelah itu, penjualan berada di kisaran 9.955-13.327 unit per bulan hingga Agustus.
BYD Atto 1 Jadi Mobil Terlaris Agustus 2026
Di tengah dominasi kendaraan keluarga dan entry-level, mobil listrik mulai mencuri perhatian dalam persaingan model terlaris di Indonesia.
BYD Atto 1 menjadi mobil dengan penjualan wholesales tertinggi pada Agustus 2026 dengan distribusi mencapai 5.560 unit. Mobil listrik tersebut mengungguli Toyota Avanza yang berada di posisi kedua dengan 3.442 unit.
Posisi ketiga juga ditempati mobil listrik, yakni Jaecoo J5 EV dengan distribusi sebanyak 3.214 unit.
Toyota Calya berada di posisi keempat dengan 3.001 unit, disusul Daihatsu Sigra sebanyak 2.746 unit dan Toyota Innova Zenix dengan 2.579 unit.
Toyota Veloz mencatat distribusi 2.267 unit, sedangkan Toyota Rush berada di posisi kedelapan dengan 1.880 unit.
Honda Brio menyusul dengan 1.670 unit, diikuti Daihatsu Terios sebanyak 1.650 unit.
Berikut daftar 15 mobil dengan penjualan wholesales tertinggi pada Agustus 2026:
1. BYD Atto 1: 5.560 unit
2. Toyota Avanza: 3.442 unit
3. Jaecoo J5 EV: 3.214 unit
4. Toyota Calya: 3.001 unit
5. Daihatsu Sigra: 2.746 unit
6. Toyota Innova Zenix: 2.579 unit
7. Toyota Veloz: 2.267 unit
8. Toyota Rush: 1.880 unit
9. Honda Brio: 1.670 unit
10. Daihatsu Terios: 1.650 unit
11. Mitsubishi Xpander: 1.610 unit
12. Geely EX2: 1.595 unit
13. Toyota Agya: 1.412 unit
14. BYD M6 DM: 1.161 unit
15. Hyundai Stargazer: 1.136 unit
Masuknya BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 EV ke posisi tiga besar memperlihatkan kendaraan listrik mulai mendapatkan ruang lebih besar dalam persaingan pasar otomotif nasional.
Meski demikian, mobil keluarga dan kendaraan entry-level masih mendominasi daftar model dengan volume penjualan tinggi.
Produksi Mobil Capai 859.256 Unit
Dari sisi produksi, industri otomotif Indonesia mencatat 859.256 unit kendaraan sepanjang Januari-Agustus 2026.
Produksi nasional juga mengalami fluktuasi. Pada Januari, produksi tercatat 101.566 unit, kemudian meningkat menjadi 110.025 unit pada Februari sebelum turun menjadi 82.672 unit pada Maret.
Produksi kembali meningkat pada April menjadi 110.096 unit dan berada di level 103.621 unit pada Mei. Pada Juni, produksi naik menjadi 114.039 unit dan mencapai titik tertinggi sepanjang periode tersebut pada Juli dengan 123.798 unit.
Pada Agustus, produksi tercatat 113.439 unit. Angka tersebut turun 8,4 persen dibandingkan Juli, tetapi masih meningkat 11,7 persen dibandingkan Januari.
Kategori 4x2 menjadi penyumbang terbesar produksi nasional dengan 582.257 unit atau 67,8 persen dari total produksi.
Posisi berikutnya ditempati pick up dengan produksi 104.175 unit, kemudian LCGC sebanyak 97.007 unit atau 11,3 persen dari total produksi.
Produksi truk mencapai 52.777 unit, dengan subkategori GVW 5-10 ton menyumbang 42.300 unit. Sementara produksi kendaraan 4x4 mencapai 20.536 unit atau 2,4 persen dari total produksi.
Kategori bus mencatat produksi sebanyak 2.272 unit, termasuk subkategori GVW 5-10 ton sebanyak 1.531 unit. Adapun produksi sedan hanya mencapai 232 unit sepanjang Januari-Agustus 2026.
Data tersebut menunjukkan kendaraan 4x2 masih menjadi penopang utama industri otomotif nasional dari sisi penjualan maupun produksi. Namun, kemunculan mobil listrik di posisi teratas penjualan bulanan menjadi salah satu indikasi perubahan peta persaingan pasar otomotif Indonesia.
Editor: Dani M Dahwilani