Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?
Advertisement . Scroll to see content

Perbandingan Konsumsi BBM Mobil Biasa dan Kendaraan Listrik, 72 Km Hanya Butuh Rp10.000

Selasa, 28 Desember 2021 - 15:17:00 WIB
Perbandingan Konsumsi BBM Mobil Biasa dan Kendaraan Listrik, 72 Km Hanya Butuh Rp10.000
Mobil listrik hanya membutuhkan biaya Rp10.000 untuk 72 km jarak tempuh, sedangkan kendaraan BBM Rp60.000. (Foto: Dok/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banyak yang bertanya perbandingan biaya konsumsi BBM mobil biasa dan kendaraan listrik. Bila keduanya dikonversi lebih irit manakah?

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan, biaya operasional kendaraan listrik dibandingkan mobil bahan bakar bensin (internal combussion engine/ICE) jauh lebih hemat.  Ini dapat dihitung dari biaya operasional kendaraan.

PLN mencatat, mobil listrik hanya membutuhkan biaya Rp10.000 untuk 72 km jarak tempuh. Sementara mobil biasa dengan asumsi BBM (pertamax)  Rp9.000 per liter, rata-rata membutuhkan biaya Rp60.000 per 72 km.

"Kalau pakai BBM 1 liter bensin itu 10 km. seliter bensin dengan satu KwH sama dengan 10 Km. 1 liter bensin harganya Rp9.000. 1 Kwh listrik harganya Rp1.500," ujarnya dilansir di channel YouTube PLN. 

Adapun dalam perhitungan emisi secara periodik mobil listrik per kwh hanya menghasilkan emisi karbon 0,85 kg, sedangkan kendaraan berbasis BBM menghasilkan 2,4 kg emisi karbon untuk 1 liter bensin.

"Jadi secara biaya (operasional) lebih hemat mobil listrik, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan BBM," katanya.   

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik

Kelebihan

1. Ramah lingkungan 
Mobil listrik diklaim sebagai kendaraan ramah lingkungan. Hal itu disebabkan karena mekanisme laju kendaraanya diproses dengan menggunakan daya listrik, sehingga tidak menghasilkan residu emisi berupa Co2 dan Co. Ilustrasi Berbeda dengan mobi berbahan bakar bensin atau disel yang pastinya sisa pembakaranya yang dapat mencemari udara.

 2. Kabin lebih tenang 
Hal ini kerap menjadi nilai plus yang dicari oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya mobil dengan kabin yang senyap, sunyi dan tenang akan menambah kenyamanan dalam berkendara. Tidak seperti pada mobil konvensional yang mendapatkan mesin penggerak yang dapat menghasilkan getaran yang masuk dalam kabin. 

3. Menghemat uang untuk merawat kendaraan 
Kelebihan ini tentunya tidak bisa dimiliki oleh mobil berbahan bakar bensin pastinya. Mobil listrik diklaim lebih menghemat uang untuk biaya peratawan kendaraan. Tidak perlu repot untuk ganti oli rutin, mengganti busi, mengganti koil, mengganti air radiator dan tidak repot keluar untuk isi BBM. Kunjungan servis rutin mobil listrik hanya terdiri dari pemeriksaan mekanis, dan rotasi ban termasuk spooring dan balancing, penggantian filter udara kabin dan bilah wiper, serta pengisian cairan washer 

4. Sekali cas dapat menempuh jarak ratusan kilomater 
Mobil listrik yang sudah dibekali dengan daya penampungan arus listrik yang besar sehingga dapat digunakan jarak jauh dalam sekali melakukan pengisian dengan melalukan pengecasan. Pada mobil Tesla Model 3 dapat menjangkau jarak tempuh sebanyak 240 mil atau 386 kilometer dengan sekali cas. Lalu pabrikan Jepan Hyundai Kona Electric juga mencatat jarak sebanyak 239 mill atau 384 kilometer dengan satu kali pengecasan.


Kekurangan

1. Stasiun pengisian listrik belum tersebar luas 
Inilah masalah yang kerap ditemui oleh masyarakat Indonesia bila akan meminang mobil listrik. Pasalnya belum tersebar luas stasiun pengisiam bahan bakar khusus EV di Indonesia. Maka dari itu apabila ingin berkendara jauh seperti roadtrip maupun touring akan menjadi beban pikiran. Stasiun pengisian bahan bakar hanya tersebar dan mendominasi pada beberapa mall di kota besar Indonesia seperti Jakarta dan Tangerang. Saat ini update terbaru menjelaskan bahwa sebanyak terdapat 31 stasiun pengisian bahan bakar listrik yang tersebar di seluruh Indonesia. Ilustrasi 

2. Biaya mengganti baterai mahal 
Dari segi perawatan mobil listrik unggul ketimbang mobil konvensional. Pasalnya mobil listrik minim perawatan secara berkala. Namun terdapat mimpi buruk bagi pengguna mobil listrik bila penyimpan daya listrik alias baterai mulai rusak. Jika itu terjadi maka butuh biaya yang tidak sedikit. Belum lagi tersedianya part yang indent dan tidak tersedia yang mengharuskan untuk menunggu lama apabila terjadi kerusakan. 

3. Pengecasan masih lama 

Ini juga kerap menjadi pertanyaan banyak masyarakat ketika ingin beralih ke mobil yang ramah lingkungan, yakni mengenai saol pengisian daya yang lama. Pasalnya pengisian yang dilakukan kerap membutuhkan waktu cukup lama yang tentu tidak efisien dari segi waktu. Berbeda dengan mobil konvensional yang hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengisi tangki bahan bakar dari nol hingga penuh. 

4. Harganya lebih mahal 
Kekurangan mengenai budget ini juga kerap dirasakan para konsumen, pelaku otomotif serta petrolhead sejati di tanah air. Nyatanya di Indonesia pasaran mobil listrik masih terlampau mahal. Faktor tersebut umumnya bisa mengurungkan niat konsumen untuk membeli mobil listrik.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut