Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor Daihatsu Tembus 85.000 Unit hingga Agustus 2026, Naik 11 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Perkuat Pasar, Toyota Bocorkan Akan Luncurkan Mobil Baru di Akhir Tahun

Rabu, 23 September 2026 - 19:15:00 WIB
Perkuat Pasar, Toyota Bocorkan Akan Luncurkan Mobil Baru di Akhir Tahun
Toyota Indonesia membocorkan rencana meluncurkan mobil baru hingga akhir 2026. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Toyota Indonesia membocorkan rencana meluncurkan mobil baru hingga akhir 2026. Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya Toyota memperkuat pasar otomotif Indonesia.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengungkapkan rencana tersebut dalam Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Namun, dia belum menyebutkan model maupun jumlah mobil baru yang akan diluncurkan.

Salah satu model yang telah dikonfirmasi adalah Toyota Land Cruiser FJ yang sebelumnya telah diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2026.

Bansar mengatakan Toyota terus memperkuat posisinya di Indonesia melalui pengembangan produk sekaligus ekosistem otomotif. Indonesia menjadi bagian penting dalam rantai pasok global Toyota.

"Indonesia telah berinvestasi lebih dari 100 juta rupiah di Indonesia. Sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal sekitar 70 sampai 80 persen dan untuk ekspor lebih dari 100 negara. Artinya, Indonesia bukan hanya menjadi market bagi Toyota, tetapi juga menjadi bagian penting dari global supply chain Toyota," kata Bansar.

Dari sisi penjualan, Toyota Indonesia mencatatkan penjualan wholesales lebih dari 175.000 unit hingga Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus mempertahankan posisi Toyota di pasar otomotif Indonesia.

Pertumbuhan juga terjadi pada kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus. Hingga Agustus 2026, penjualan model elektrifikasi kedua merek tersebut mencapai lebih dari 38.000 unit atau tumbuh 68 persen.

Penerimaan kendaraan elektrifikasi juga terlihat pada GIIAS 2026. Lebih dari 56 persen surat pemesanan kendaraan (SPK) Toyota dalam pameran tersebut berasal dari model elektrifikasi.

Salah satu kontributor utama adalah Veloz Hybrid. Sejak diluncurkan pada Februari 2026 hingga awal September 2026, Veloz Hybrid telah mencatatkan lebih dari 20.000 pemesanan.

Toyota menilai tingginya penerimaan kendaraan elektrifikasi menunjukkan konsumen tidak memilih teknologi hanya karena merupakan sesuatu yang baru. Teknologi harus relevan, mudah digunakan dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.

Toyota terus memperluas pilihan model hybrid ke berbagai segmen. Langkah tersebut dilakukan agar teknologi elektrifikasi dapat menjangkau lebih banyak konsumen Indonesia.

Toyota juga melihat tidak ada satu solusi mobilitas yang cocok untuk semua orang. Sebab itu, pilihan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola mobilitas masyarakat.

Perkuat Ekosistem Otomotif

Selain produk, Toyota juga terus memperkuat ekosistem otomotif di Indonesia. Ekosistem tersebut melibatkan pemasok, logistik, dealer, bengkel hingga berbagai mitra yang mendukung aktivitas industri otomotif.

Menurut Bansar, ekosistem Toyota di Indonesia saat ini melibatkan lebih dari 360.000 SDM lokal. Ekosistem tersebut turut mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja serta kualitas dan daya saing pemasok lokal.

"Dari ekosistem inilah kemampuan dan kapabilitas terus berkembang. Kompetensi tenaga kerja semakin kuat serta supplier dan badan lokal terus meningkatkan kualitas dan daya saingnya, sehingga people, knowledge, capability, dan desain industri Indonesia juga turut terbentuk," ujarnya.

Dia menuturkan kapabilitas yang dibangun saat ini menjadi fondasi untuk menciptakan nilai lebih besar bagi pelanggan, industri, masyarakat dan Indonesia di masa depan.

"Karena bagi kami, capability yang dibangun hari ini akan menjadi fondasi untuk menciptakan value yang lebih besar bagi customer, industri, masyarakat, dan Indonesia di masa depan," kata Bansar.

Menurutnya, kepemilikan kendaraan tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga keseluruhan perjalanan pelanggan, mulai dari memilih, membeli, menggunakan, merawat hingga mendapatkan dukungan dan melakukan upgrade kendaraan.

"Karena bagi customer, membeli kendaraan bukan hanya tentang produk, tetapi tentang keseluruhan perjalanan kepemilikan, mulai dari memilih kendaraan, membeli kendaraan, menggunakan kendaraan, merawat, mendapatkan support ketika dibutuhkan, hingga pada saat ingin upgrade kendaraan," katanya.

Toyota melihat customer value dari dua aspek utama, yakni product relevance dan customer ownership experience. Setiap pelanggan memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari kebutuhan keluarga, pekerjaan, usaha, efisiensi, teknologi hingga lifestyle.

Pengalaman customer tidak berhenti ketika kendaraan keluar dari dealer. Kita terus memperkuat after sales dan kualitas experience di setiap touchpoint," ujar Bansar.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut