Persaingan Mobil China Makin Panas, BYD Tinggalkan Geely
JAKARTA, iNews.id - Persaingan produsen mobil China di pasar global semakin panas. BYD masih kokoh di posisi teratas setelah membukukan penjualan 483.125 unit mobil penumpang sepanjang Oktober 2026, meninggalkan Geely Auto yang berada di peringkat kedua dengan pengiriman 214.996 unit.
Berdasarkan data penjualan Oktober 2026, BYD unggul lebih dari dua kali lipat dibandingkan Geely. Dominasi ini memperlihatkan kuatnya posisi BYD di tengah persaingan produsen kendaraan energi baru (NEV) yang semakin agresif memperluas pasar.
Dari total penjualan BYD, seri Dynasty dan Ocean menjadi kontributor terbesar dengan 423.843 unit. Sementara Fang Cheng Bao menyumbang 43.872 unit, Denza 15.152 unit, dan Yangwang sebanyak 258 unit.
Geely Auto menempati posisi kedua dengan pengiriman 214.996 unit. Geely Galaxy menjadi tulang punggung penjualan dengan 153.385 unit, disusul Zeekr 32.483 unit dan Lynk & Co sebanyak 18.521 unit.
Di bawah dua raksasa tersebut, Leapmotor mencatatkan pengiriman 106.127 unit atau melonjak 50,99 persen dibandingkan Oktober 2025. Produsen ini bahkan menargetkan pengiriman kendaraan ke-2 juta pada November 2026.
Changan juga mencatatkan performa positif melalui merek NEV Nevo yang mengirimkan 63.648 unit. Angka tersebut meningkat 36,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 75 persen secara tahunan. Sementara merek Deepal membukukan penjualan 32.602 unit.
Xpeng dan Xiaomi sama-sama mencatatkan penjualan 50.000 unit lebih. Xpeng menyerahkan 50.237 mobil kepada konsumen di seluruh dunia, tumbuh 21,8 persen secara bulanan dan 19,6 persen secara tahunan.
Great Wall Motor (GWM) mencatatkan penjualan 49.499 kendaraan energi baru. Dari jumlah tersebut, Ora menyumbang 12.187 unit dan Wey sebanyak 8.648 unit.
Sementara itu, GAC Aion membukukan penjualan 42.357 unit atau meningkat 56,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencakup penjualan merek Aion dan Hyptec.
Nio mencatatkan pengiriman 34.246 unit pada Oktober 2026. Kontribusinya berasal dari merek Nio sebanyak 18.125 unit, Onvo 8.383 unit, dan Firefly 7.738 unit.
Di sisi lain, jaringan penjualan kendaraan Huawei, Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), menyerahkan 33.537 unit. Angka tersebut turun 50,8 persen secara tahunan dan 10,5 persen dibandingkan September 2026.
BAIC New Energy Vehicle (NEV) juga mencatatkan penjualan 32.502 unit atau naik 6,42 persen secara tahunan. Merek ArcFox menjadi kontributor utama dengan 26.325 unit.
Adapun Li Auto mengirimkan 29.025 mobil, turun 8,6 persen dibandingkan Oktober 2025 dan 8,8 persen secara bulanan. Angka ini menjadi satu-satunya penjualan di bawah 30.000 unit di antara tiga produsen Nio, Li Auto, dan Xpeng.
Sementara merek premium Dongfeng, Voyah, mencatatkan pengiriman 13.030 unit sepanjang Oktober 2026.
Besarnya selisih penjualan BYD dan Geely memperlihatkan dominasi BYD di antara produsen mobil China. Namun, pertumbuhan Leapmotor, Xpeng, GAC Aion, dan sejumlah merek lainnya menunjukkan persaingan industri kendaraan energi baru akan semakin ketat.
Editor: Dani M Dahwilani