Pilihan Alternatif, Erick Thohir Dorong Penggunaan Bahan Bakar dari Tumbuhan dan Hewan
JAKARTA, iNews.id– Biofuel menjadi sorotan belakangan ini karena telah resmi dijual oleh Pertamina sebagai salah satu pilihan bahan bakar untuk mobil bensin. Langkah ini didukung oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang mengatakan ini jadi solusi selain beralih ke elektrifikasi.
Biofuel sendiri merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari biomassa atau materi yang berasal dari tumbuhan dan hewan, namun lebih cenderung dari tumbuhan. Fungsinya adalah mengurangi peran dari bahan bakar fosil.
Erick Thohir merasa pengembangan biofuel selain fokus pada kendaraan listrik merupakan momentum krusial bagi suatu negara. Dia juga merasa Indonesia memiliki hampir seluruh aspek yang dibutuhkan dalam mengembangkannya.
“Kita punya policy, energi yang kita punya ini juga harus kita dorong. Ini momentum yang tidak datang dua kali. Kalau kita lihat, blueprint ketahanan energi nasional ini sudah mulai terbentuk. Sudah ada kebijakan dai pemerintah untuk melakukan percepatan EV,” kata Erick seperti dikutip dalam unggahan video di akun Instagram resminya, @erickthohir.
Meski pemerintah Indonesia terus menggalakkan pengurangan impor minyak mentah, tapi Erick menegaskan hal itu masih akan terjadi hingga 10 tahun ke depan. Namun, jumlahnya jauh lebih kecil jika berhasil meningkatkan pengguna kendaraan listrik dan bahan bakar nabati.
“Impor cruide oil (minyak mentah) itu juga menjadi tekanan kita sebagai bangsa. Padahal kalau kita data, 10 tahun ke depan masih akan naik. Walaupun tidak signifikan seperti hari ini,” ujar Erick.
Kebutuhan minyak mentah di Indonesia bukan hanya untuk kendaraan konvensional, tapi juga industri petrokimia. Untuk itu, dibutuhkan alternatif lain untuk mengurangi impor minyak mentah dengan memanfaatkan biofuel.
Selain bisa mengurangi impor minyak mentah, biofuel juga berguna untuk menjadikan lingkungan yang lebih bersih. Pasalnya, jumlah emisi yang dihasilkan tidak sebesar ketika menggunakan bahan bakar minyak sepenuhnya.
“Kita juga mendorong Perpres, yang namanya biofuel. Dengan kita mendorong biofuel, kita bisa menyeimbangkan antara EV dan biofuel seperti di Brasil. Kita harus dorong seperti yang sudah dijalankan Pertamina,” ucap Erick.
Untuk melakukan itu, Erick Thohir menegaskan Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Ia meyakini Indonesia bisa menjadi pemain kunci kendaraan listrik dunia dan mengembangkan biofuel melalui sumber daya alamnya.
“Ini menjadi modal besar kita mendorong penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri dan sumber daya alam lainnya. Termasuk tanah yang subur, bisa menghasilkan tanaman seperti tebu, yang dapat diolah menjadi biofuel,” kata Erick.
Editor: Ismet Humaedi