Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Kata Purbaya soal Nasib Insentif Mobil Listrik di 2026
Advertisement . Scroll to see content

Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Meroket, Mobil Bensin Makin Tergerus

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:39:00 WIB
Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Meroket, Mobil Bensin Makin Tergerus
Kemenperin mencatat dominasi kendaraan berbahan bakar konvensional (ICE) terus menurun, seiring melonjaknya penjualan kendaraan listrik dan hybrid. (Foto: iNews id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Peta pasar kendaraan bermotor roda empat di Indonesia mengalami perubahan besar dalam 5 tahun terakhir. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan dominasi kendaraan berbahan bakar konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) terus menurun, seiring melonjaknya penjualan kendaraan listrik dan hybrid.

Pada 2021, kendaraan ICE masih menguasai 99,64 persen pangsa pasar dengan penjualan mencapai 884.009 unit. Namun, pada 2025, angkanya turun tajam menjadi 78,29 persen atau 629.194 unit, menandai pergeseran preferensi konsumen yang semakin nyata.

"Di sisi lain, kendaraan ramah lingkungan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hybrid Electric Vehicle (HEV) melonjak dari hanya 0,28 persen pada 2021 menjadi 8,13 persen di 2025, dengan volume penjualan naik drastis menjadi 65.323 unit," ujar Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Patia Jungjungan Monangdo dalam diskusi Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia? di IIMS 2026, Selasa (10/2/2026).

Dia menerangkan lonjakan paling mencolok terjadi pada Battery Electric Vehicle (BEV). Jika pada 2021 pangsa pasarnya baru 0,08 persen dengan penjualan 685 unit,pada 2025 BEV melesat ke 12,93 persen atau 103.931 unit. Tren ini memperlihatkan akselerasi adopsi mobil listrik murni di pasar domestik.

Sementara itu, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) masih berada pada porsi kecil. Pada 2025, PHEV mencatatkan pangsa 0,65 persen dengan penjualan 5.235 unit, meski secara tren tetap menunjukkan pertumbuhan.

"Kementerian Perindustrian menilai peningkatan pangsa pasar kendaraan listrik, khususnya HEV dan BEV, menjadi sinyal kuat keberhasilan kebijakan dan insentif pemerintah. Dukungan fiskal, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kesadaran konsumen dinilai mulai membuahkan hasil," kata Junjungan.

Tren ini, lanjut dia, sekaligus menjadi indikasi bahwa transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia sedang bergerak ke arah yang tepat. Meski kendaraan konvensional masih mendominasi, laju kendaraan elektrifikasi diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan.

Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia 333.561 Unit

Populasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir. Hingga 2025, total populasi kendaraan listrik nasional tercatat mencapai 333.561 unit, mencerminkan pertumbuhan yang sangat agresif seiring percepatan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, laju pertumbuhan kendaraan listrik atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) tercatat sangat tinggi. Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) secara keseluruhan tumbuh 143,1 persen, sementara KBLBB roda dua bahkan mencapai 158,3 persen, menjadikannya kontributor utama pertumbuhan populasi.

Dalam rincian jenis kendaraan, KBL roda dua mendominasi dengan total 225.647 unit. Angka ini jauh melampaui kategori lainnya dan menegaskan peran sepeda motor listrik sebagai tulang punggung adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Sementara itu, kendaraan listrik roda empat penumpang tercatat sebanyak 106.137 unit. Pertumbuhan segmen ini menunjukkan peningkatan signifikan terutama dalam dua tahun terakhir, seiring makin luasnya pilihan mobil listrik dan insentif pemerintah.

Untuk kategori lainnya, bus listrik tercatat sebanyak 723 unit, disusul kendaraan listrik roda tiga sebanyak 778 unit. Adapun kendaraan listrik komersial mencapai 273 unit, sementara kendaraan listrik khusus masih sangat terbatas dengan jumlah 3 unit.

Secara historis, populasi kendaraan listrik nasional mengalami lonjakan tajam dari hanya 3.894 unit pada 2020, meningkat menjadi 15.883 unit pada 2021, lalu melonjak ke 41.743 unit pada 2022. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2023 dengan 116.439 unit, naik lagi menjadi 207.478 unit pada 2024, hingga akhirnya menembus 333.561 unit pada 2025.

Menanggapi itu, Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS), Munawar Chalil mengatakan sebagai lembaga netral, inklusif, independen pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam membangun industri otomotif.

"Kami berharap dapat berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional, meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai perkembangan teknologi dan manfaatnya bagi kehidupan, serta mendorong perumusan arah kebijakan yang relevan bagi industri dan selaras dengan visi jangka panjang pemerintah,” kata Munawar Chalil.

Kementerian Perindustrian menilai pertumbuhan eksponensial menjadi indikator keberhasilan program percepatan kendaraan listrik nasional. Dominasi roda dua juga dinilai mencerminkan karakter pasar Indonesia yang kuat di segmen kendaraan harian, sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung yang terus berkembang.

Ke depan, pemerintah berharap pertumbuhan ini dapat diikuti dengan peningkatan komponen lokal, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta penguatan industri baterai nasional guna menopang target elektrifikasi transportasi secara berkelanjutan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut