Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Motor BMW R60 Ridwan Kamil Viral gegara Lisa Mariana, Ini Sejarahnya!
Advertisement . Scroll to see content

Rivalitas Mercedes-Benz Versus BMW, Musuh Abadi Satu Negara

Senin, 17 Oktober 2022 - 19:31:00 WIB
Rivalitas Mercedes-Benz Versus BMW, Musuh Abadi Satu Negara
Dua pabrikan Jerman, Mercedes-Benz dan BMW menjadi musuh abadi di pasar mobil premium dunia.(Foto: Reutres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dua pabrikan mobil Jerman, Mercedes-Benz dan BMW adalah rival abadi. Rivalitasnya seperti Renault dan Peugeot di Prancis, Ferrari dan Lamborghini di Italia, Ford dan Chevrolet di Amerika Serikat (AS), atau Toyota dan Honda di Jepang.

Meski demikian, persaingan antara Mercedes-Benz dan BMW sangat sehat. Ini menghasilkan kemajuan penting dalam kinerja, keselamatan, dan desain dalam industri otomotif.

Mercedes mungkin menjadi motivasi terbaik untuk membuat BMW terus menunjukkan kemajuan, dan begitu juga sebaliknya.

Tanpa persaingan yang kuat, kedua pabrikan Jerman itu akan berada dalam situasi lebih sulit. Apalagi memegang posisi teratas di pasar mobil premium. Sebab itu, di tengah persaingan selalu ada hal baik.

Dilansir dari Motor1, saat ini BMW dan Mercedes-Benz adalah merek mobil premium paling populer di dunia. Banyak pengendara bermimpi memiliki salah satu produk dari perusahaan tersebut.

Secara gabungan, mereka menjual hampir 4,3 juta mobil sepanjang 2021, menyumbang 40 persen dari penjualan kendaraan premium dan mewah di seluruh dunia. Tahun lalu, BMW menyalip Mercedes dan menjadi merek mobil premium favorit dunia.

Ini berkat peningkatan penjualan sebesar 9 persen dari volume sepanjang 2020. Sebaliknya, Mercedes-Benz (tidak termasuk Smart dan van), mencatat penurunan sebesar 5 persen.

Peningkatan penjualan BMW disebabkan besarnya permintaan konsumen untuk model-model paling populer. Sementara Mercedes-Benz harus menderita karena C-Class dan E-Class yang menua.

Pertumbuhan penjualan BMW didasarkan pada meningkatnya volume penjualan di China, Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang-Korea. Sebaliknya, Mercedes-Benz mengalami penurunan penjualan di empat negara tersebut.

Hasil penjualan tahun lalu sebagian dijelaskan strategi berbeda yang diadopsi kedua perusahaan. Selama dekade terakhir, Mercedes telah memfokuskan semua upayanya mengurangi usia rata-rata basis pelanggannya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut