Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Unik, Mobil Isuzu Traga Disulap Jadi Salon Berjalan di GIIAS 2026
Advertisement . Scroll to see content

Tak Bisa Sembarangan, Ini Harus Diperhatikan Karoseri saat Bangun Kendaraan Niaga

Jumat, 07 Agustus 2026 - 09:45:00 WIB
Tak Bisa Sembarangan, Ini Harus Diperhatikan Karoseri saat Bangun Kendaraan Niaga
Terkait aspek keamanan, membangun bodi kendaraan niaga tidak bisa dilakukan sembarangan. (Foto: iNews id)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG, iNews.id – Membangun bodi kendaraan niaga tidak bisa dilakukan sembarangan. Perusahaan karoseri harus memperhatikan standar teknis, keselamatan, hingga regulasi agar kendaraan yang dihasilkan aman, dan siap digunakan .

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam panel diskusi "Accelerating Quality & Safety: Digitalisasi PDI dan Standarisasi Karoseri Hino untuk Transportasi Indonesia" dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (6/8/2026).

Diskusi menghadirkan Bodymaker Department Head HMSI Heri Komala, Truck & Bus Bodymaker HMSI Dody Pramono, Director Operation PT Mitratoyotaka Indonesia Fathullah, serta Technical Director PT Adiputro Wirasejati Eko Widianto. Mereka membahas pentingnya transformasi digital dan standarisasi karoseri dalam menjaga kualitas kendaraan sebelum diterima konsumen.

Menurut Bodymaker Department Head HMSI Heri Komala mengatakan setiap unit harus dipastikan memenuhi standar kualitas dan keselamatan sebelum dikirim.

"Kami harus memastikan setiap kendaraan yang diterima benar-benar memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Melalui digitalisasi proses inspeksi dan standarisasi bersama karoseri, kami ingin memberikan keyakinan bahwa setiap kendaraan telah melalui proses yang terukur, terdokumentasi, dan sesuai standar," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut