Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dikepung Mobil China, Daihatsu Fokus Garap Pembeli Kendaraan Pertama
Advertisement . Scroll to see content

Tak Gentar Diserbu Mobil China, 55 Persen Konsumen Daihatsu Ternyata di Daerah

Minggu, 27 September 2026 - 07:15:00 WIB
Tak Gentar Diserbu Mobil China, 55 Persen Konsumen Daihatsu Ternyata di Daerah
Daihatsu tetap optimistis mempertahankan pasarnya dengan mengandalkan konsumen di berbagai daerah di Indonesia. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Persaingan pasar otomotif Indonesia semakin ketat dengan masuknya sejumlah merek baru, termasuk produsen mobil asal China. Namun, Daihatsu tetap optimistis mempertahankan pasarnya dengan mengandalkan konsumen di berbagai daerah di Indonesia.

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi mengatakan, saat ini Daihatsu masih berada di posisi kedua penjualan otomotif nasional di bawah Toyota.

Di tengah persaingan tersebut, konsumen Daihatsu justru banyak berasal dari luar Jawa. Sekitar 55 persen konsumen Daihatsu berada di daerah luar Jawa.

"First buyer Daihatsu ini tidak hanya ada di Jawa, namun ada di berbagai pelosok di Indonesia. Tidak hanya ada di Jawa tapi juga ada di luar Jawa dan bahkan porsinya untuk Daihatsu sebagian besar justru ada di luar Jawa, 55 persen ada di luar Jawa," kata Rokky dalam Astra Media Day di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan Daihatsu dalam menghadapi semakin banyaknya merek baru yang masuk ke Indonesia.

Rokky mengatakan, tahun ini terdapat tambahan delapan merek dan sekitar 36 model baru di pasar otomotif Indonesia. Kehadiran merek-merek tersebut dinilai membuat konsumen memiliki semakin banyak pilihan.

"Setiap brand pasti memiliki target customernya masing-masing dan setiap brand akan memiliki strategi bagaimana untuk bisa melayani customernya dengan baik," ujarnya.

Daihatsu sendiri mencatatkan pertumbuhan penjualan sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga 8 Agustus, penjualan ritel Daihatsu di Indonesia mencapai sekitar 90.000 unit.

Pertumbuhan tersebut didukung fokus Daihatsu terhadap konsumen di segmen harga di bawah Rp300 juta, khususnya pembeli mobil pertama atau first buyer.

Untuk mempertahankan pasar tersebut, Daihatsu masih mengandalkan kendaraan yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan, terutama kendaraan niaga ringan Gran Max dan mobil murah ramah lingkungan atau LCGC.

Kedua segmen tersebut memiliki karakter konsumen yang berbeda, tetapi sama-sama penting bagi Daihatsu dalam menjaga penjualan di pasar Indonesia.

Rokky menuturkan, kebutuhan konsumen saat ini bukan hanya soal produk dengan harga terjangkau, tetapi juga mencakup kemudahan selama memiliki kendaraan.

"Customer itu tidak hanya membutuhkan produknya saja, bukan hanya produk yang efisien, produk yang desainnya bagus, produk yang fiturnya lengkap, tetapi juga berbagai kemudahan," kata Rokky.

Kemudahan tersebut mencakup proses pembelian, perawatan hingga menjual kembali kendaraan. Strategi ini menjadi bagian dari upaya Daihatsu mempertahankan konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin ramai.

"Strategi kami adalah memberikan produk yang sesuai dengan keinginan customer sekaligus memberikan kemudahan di sepanjang periode kepemilikan kendaraan," ujarnya.

Daihatsu pun mengusung pendekatan "mudah punya, mudah pakai, dan mudah kembali" untuk memberikan kemudahan kepada konsumen sepanjang periode kepemilikan kendaraan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut