Terjang Banjir, Ini yang Perlu Anda Lakukan agar Mobil Tidak Mogok

Riyandy Aristyo ยท Senin, 05 Februari 2018 - 21:52:00 WIB
Terjang Banjir, Ini yang Perlu Anda Lakukan agar Mobil Tidak Mogok
Jika terpaksa harus menerjang banjir, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar mobil Anda tidak mengalami mogok. (Foto: Newsroom/Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini memasuki puncak musim hujan. Tak heran, dalam beberapa hari terakhir hujan deras mengguyur sejumlah daerah di Tanah Air.

Dalam kondisi tersebut banjir bisa melanda kapan saja, tidak terkecuali di jalan raya. Genangan air dan sistem drainase yang buruk menjadi hal yang merepotkan pengendara.

Untuk itu, jangan sembarangan melewati genangan banjir. Rembesan air yang masuk ke dalam mobil bisa merusak komponen vital, seperti mesin dan kelistrikan.

Dilansir dari berbagai sumber, jika terpaksa harus menerjang banjir, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar mobil Anda tidak mengalami mogok.

1. Pahami jenis kendaraan

Anda harus mengerti tipe kendaraan yang dibawa. Hal ini sangat penting untuk melihat posisi pipa gas buang kendaraan (Knalpot). Misalnya, mobil jenis city car atau sedan, tentu jarak air ke knalpot lebih pendek dibanding model SUV (sport utility vehicle).

2. Knalpot jangan terendam air

Apabila terdengar suara ‘blup-blup’, artinya knalpot kendaraan Anda sudah terendam air. Jika tetap nekat, jaga rpm di angka yang cukup tinggi dan gas tidak boleh berhenti agar mesin tidak mati. Bila mesin kendaraan mati, akan sangat sulit menyalakannya kembali karena air sudah masuk ke dalam saluran mesin.

3. Posisikan transmisi di gigi rendah

Posisikan gigi mobil Anda di posisi gigi 1 atau 2 untuk transmisi manual, dan L untuk transmisi otomatis. Jika mobil Anda dilengkapi fitur stop & go, tetap jaga rpm. Tapi, jangan setengah kopling untuk versi manual. Untuk transmisi otomatis, bisa memasukkan gigi netral untuk menjaga putaran mesin.

4. Perhatikan ketinggian genangan air

Ketika beriringan dengan kendaraan lain, lihat mobil di depan Anda. Hal ini untuk melihat posisi ketinggian air. Jika di depan mobil Anda adalah tipe SUV dan bannya terendam, berarti ketinggian air sekitar 40 cm. Nah, dari situ bisa dibandingkan dengan kendaraan yang Anda bawa. Misal jenis city car, tentu mobil Anda lebih tenggelam.

5. Cek saluran udara

Jika tetap memaksa menerjang banjir, dan mobil Anda posisinya berada paling depan, Anda harus mengetahui posisi saluran udara atau air intake. Komponen ini terdapat di ruang mesin dan posisinya memang lebih tinggi dari knalpot.

Sangat bahaya jika air intake ini kemasukkan air yang bisa menyebabkan apa yang disebut dengan water hammer.

Kondisi water hammer atau hydrolocking adalah keadaan di mana mesin mobil mati mendadak disebabkan air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston.

Sehingga kemungkinan stang piston akan bengkok, ring piston akan rusak, dinding silinder akan terluka dan yang paling parah adalah head silinder melengkung.

Jadi berhati-hatilah jika melintasi lubang yang bisa mengakibatkan mobil lebih ambles. Jika mobil mati mendadak dan terjadi water hammer, jangan mencoba untuk melakukan starter ulang karena akan memperparah kerusakan di komponen dalam ruang bakar. Apabila kondisinya demikian, lebih baik keluar dari mobil dan menyelamatkan diri.

6. Cek kondisi rem setelah menerjang banjir

Saat menerjang banjir, tentunya sistem rem terendam banjir. Jadi jangan kaget jika setelah mobil dipakai menerjang banjir, kanvas rem akan menempel atau lengket dengan piringannya. Sebagai solusi maju-mundurkan mobil secara perlahan agar kanvas rem kembali terlepas dari piringan.

Editor : Dani M Dahwilani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda