Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Debut Dunia! Lepas E4 Resmi Dipamerkan di IIMS 2026, Ini Fotonya
Advertisement . Scroll to see content

Tertarik Buka Stasiun Pengisian Mobil Listrik, Ini Harganya

Jumat, 06 September 2019 - 15:15:00 WIB
Tertarik Buka Stasiun Pengisian Mobil Listrik, Ini Harganya
Harga satu unit alat pengisian charger arus AC di kisaran Rp40 juta, sementara sistem charging DC mencapai ratusan juta rupiah. (Foto: Ilustrasi/Papperlaw)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia sudah memasuki fase peralihan kendaraan konvensional ke mobil listrik. Namun, masih banyak syarat dan infrastruktur yang belum diselesaikan.

Salah satunya stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Lantas, berapa biaya untuk membuat satu buah terminal pengisian daya listrik?

Kepala Divisi Engineering PT Powerindo Prima Perkasa (Proteksindo), Darmastater F Yimmy R mengungkapkan, harga satu unit charging SPLU dimulai di kisaran harga Rp40 juta.

"Kalau harga yang charger arus AC di kisaran Rp40 juta. Ini sudah bisa mengisi daya mobil listrik selama 3,5 jam," ujarnya, saat ditemui iNews.id dalam pameran mobil listrik IEMS 2019 di Jakarta, baru-baru ini.

Namun, menurut Darmastater, ada juga unit SPLU yang dibanderol mencapai ratusan juta rupiah. Sistem charging tersebut langsung dari arus DC sehingga pengisiannya lebih cepat.

"Ada yang langsung pakai arus DC, charge-nya cepat, tidak sampai satu jam sudah terisi 90 persen. Tapi harga converter-nya mahal, bisa ratusan juta," katanya.

Sekadar informasi, Proteksindo merupakan salah satu perusahaan yang membuat alat pengisian daya mobil listrik dalam berbagai bentuk dan bermacam ampere.

"Kami membuat charger bermacam-macam bentuk. Ada yang simpel, ada yang wall mounted, ada yang seperti SPBU dan yang free-standing," katanya.

Produk tempat pengisian listrik yang mereka tawarkan untuk saat ini diarahkan sesuai daya beli secara umum, yakni pengisian daya yang mengandalkan arus AC.

"Charging kita arus AC, saat diisikan ke mobil listrik, ada modul yang mengubahnya menjadi arus DC. Supaya pengisiannya lebih cepat, butuh arus yang besar. Saat ini sudah ada 32 dan 63 ampere," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut