Toyota Kolaborasi UGM Kembangkan Energi Terbarukan dan Robot Industri

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 20 September 2019 - 06:49 WIB
Toyota Kolaborasi UGM Kembangkan Energi Terbarukan dan Robot Industri

Peninjauan laboratorium Lean Manufacturing dan Lean Production System yang merupakan donasi dari TMMIN kepada Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM. (Foto: TMMIN for iNews.id))

JAKARTA, iNews.id - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penelitian (riset). Di antaranya mengembangkan energi baru dan terbarukan, serta membangun robot industri.

“Industri Indonesia dituntut terus meningkatkan daya saing agar bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada bangsa Indonesia. Kami yakin salah satu kunci utama untuk mencapainya adalah dengan kemitraan bersama akademisi. Semoga beragam riset yang yang kami jalankan dengan UGM dapat mengawali hubungan yang lebih erat dengan dunia pendidikan,” ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, dalam keterangan persnya yang dilansir iNews.id, Jumat (20/9/2019).

Sebagai bagian dari upaya mengembangkan riset industri dan link and match antara industri dengan akademisi, kemitraan riset antara TMMIN dan UGM mencakup topik-topik yang menjadi perhatian industri, seperti energi baru dan terbarukan, lingkungan hidup, produktivitas dan efisiensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam bidang energi baru dan terbarukan, peneliti dari UGM akan mengkaji teknologi pembuatan biodiesel dari kelapa sawit yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau. Dalam bidang lingkungan hidup, peneliti UGM akan mengkaji penggunaan tanaman kenaf yang memiliki nilai ekonomis untuk konservasi lahan gambut. Kenaf juga merupakan serat organik yang memiliki beragam kegunaan.

Dalam bidang produktivitas dan efisiensi, peneliti UGM akan mengkaji upaya pembetukan ekosistem yang dapat mendukung inkubasi dan pertumbuhan Industri Menengah dan Kecil (IKM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Peneliti UGM juga akan mengembangkan kompetensi SDM berbasis industri dengan membangun robot industri berbasis kecerdasan buatan.

“Ke depan persaingan akan terjadi bukan lagi antar perusahaan atau industri melainkan antar ekosistem. Oleh karena itulah ekosistem industri yang kompetitif harus terus menerus dibangun dengan meningkatkan kerja sama triple helix antara industri, akademisi, dan pemerintah,” kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam.

Riset-riset ini akan berlangsung selama 6 bulan dan hasilnya selain menjadi kajian ilmiah juga akan didesiminasi ke industri-industri terkait sejalan dengan semangat link and match. Sebelumnya, TMMIN telah bermitra dengan universitas-universitas lain di Indonesia untuk riset di beragam isu, seperti elektrifikasi dan lean manufacturing.

Editor : Dani Dahwilani