Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Toyota Benamkan Teknologi T Intouch pada Innova Zenix, Mesin Bisa Dinyalakan Lewat HP
Advertisement . Scroll to see content

Toyota Siapkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru, Konsumsi BBM Diklaim Lebih Hemat 15 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51:00 WIB
Toyota Siapkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru, Konsumsi BBM Diklaim Lebih Hemat 15 Persen
Toyota menyiapkan teknologi mobil hybrid generasi terbaru dengan efisiensi bahan bakar yang diklaim meningkat hingga 15 persen dibandingkan model sejenis saat ini. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Toyota menyiapkan teknologi mobil hybrid generasi terbaru dengan efisiensi bahan bakar yang diklaim meningkat hingga 15 persen dibandingkan model sejenis saat ini. Teknologi tersebut mengandalkan mesin bensin 1.500 cc empat silinder yang dirancang untuk mendukung elektrifikasi dan dijadwalkan masuk pasar pada 2027.

Pengembangan ini menegaskan Toyota masih melihat mobil hybrid sebagai solusi penting di tengah transisi menuju kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Produsen otomotif asal Jepang tersebut berupaya meningkatkan efisiensi mesin pembakaran internal (ICE) sekaligus mempertahankan keunggulan sistem penggerak bensin-listrik.

Mesin 1.5L inline-4 tersebut dikembangkan untuk bekerja dalam konfigurasi hybrid konvensional (HEV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Versi naturally aspirated atau tanpa turbo ini diproyeksikan menggantikan mesin tiga silinder 1.500 cc dan empat silinder 1.800 cc yang digunakan pada sejumlah model Toyota saat ini.

Teknologi Mesin Hybrid Toyota Generasi Baru

Toyota mengandalkan sejumlah pembaruan teknis untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pengurangan gesekan mekanis, pengelolaan suhu mesin yang lebih baik, serta penekanan kehilangan energi listrik menjadi faktor utama di balik target penghematan tersebut.

Selain mesin baru, Toyota mengembangkan motor listrik yang lebih ringan dan kompak. Langkah ini bertujuan mengurangi bobot keseluruhan sistem penggerak sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi kendaraan.

Aerodinamika kendaraan juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Toyota menilai desain bodi yang mampu mengurangi hambatan udara dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar, terutama ketika mobil digunakan pada kecepatan tinggi.

Selain mesin 1.500 cc, Toyota sebelumnya juga mengungkap pengembangan mesin empat silinder 2.000 cc yang menawarkan tenaga lebih besar. Kedua mesin tersebut diperkirakan menjadi bagian dari strategi elektrifikasi Toyota mulai 2027.

Satu Platform untuk Mobil Hybrida dan Listrik

Toyota juga menyiapkan pendekatan pengembangan kendaraan melalui strategi platform bersama. Melalui pendekatan ini, mobil hybrid dan kendaraan listrik murni generasi berikutnya dapat dibangun menggunakan platform dasar yang sama.

Strategi tersebut diharapkan menciptakan efisiensi biaya pengembangan dan produksi. Pabrikan juga dapat menyesuaikan komposisi produksi kendaraan berdasarkan perubahan permintaan konsumen terhadap mobil hybrid maupun EV.

Toyota menyatakan penggunaan platform bersama tidak akan mengorbankan kebutuhan masing-masing jenis kendaraan. Mobil hybrid dan versi listrik murninya tetap dirancang untuk memenuhi karakteristik teknis yang berbeda.

Dari sisi desain, penggunaan mesin dan sistem hibrida yang lebih ringkas memungkinkan pengaturan ruang kendaraan menjadi lebih fleksibel. Toyota menargetkan mobil hibrida memiliki ruang kabin dan siluet bodi yang sama dengan versi listrik murninya.

Perbedaan utama terletak pada penempatan komponen penggerak. Pada kendaraan listrik, baterai dapat membentang di bagian bawah lantai kendaraan. Sementara itu, versi plug-in hybrid membutuhkan ruang baterai yang lebih kecil, sedangkan hibrida konvensional menggunakan baterai berukuran lebih ringkas.

Toyota Bidik Pasar Hybrid Global

Toyota juga melihat peluang bisnis dari pengembangan teknologi penggerak generasi baru tersebut. Mengutip laporan Automotive News, perusahaan diperkirakan berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar 1,7 miliar dolar AS per tahun dari penjualan sistem penggerak hybrid kepada produsen otomotif lain.

Namun, identitas calon pembeli teknologi tersebut belum dikonfirmasi. Subaru dan Mazda berpotensi menjadi pihak yang relevan mengingat ketiganya telah menjalin kerja sama pengembangan teknologi pada 2024.

Toyota juga menyatakan mesin generasi terbaru dikembangkan agar dapat menggunakan bahan bakar terbarukan dan bahan bakar netral karbon yang sesuai dengan spesifikasinya. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperpanjang peran mesin pembakaran internal dalam transisi menuju mobilitas rendah emisi.

Meski kendaraan listrik terus berkembang di sejumlah pasar, Toyota menilai kebutuhan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi tidak selalu sama di setiap negara. Mobil hybrid dinilai masih memiliki peran karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut