MILAN, iNews.id - Tahukah Anda? Selain sepeda motor, Ducati telah melakukan banyak hal selama bertahun-tahun, mulai dari membangun radio, peluru artileri hingga mobil. Perusahaan bahkan mencoba tangan dinginnya di ajang balap mobil
F1 pada tahun 60-an dengan membangun mesin untuk Tim Maserati.
Mengapa F1? Dilansir dari
Ride Apart, Senin (22/10/2018), era pascaperang adalah waktu yang sulit bagi Ducati. Pabrik perusahaan dibom rata pada 1944, dan hanya dengan dengan intervensi mesin Cucciolo Aldo Farinelli Ducati bisa selamat.
Sepanjang akhir 40-an dan awal 50-an, Ducati mencoba berbagai cara untuk menghasilkan uang dan bertahan hidup. Pada 1946, perusahaan menyusun prototipe mobil yang disebut DU4 dalam untuk mendapatkan sebagian dari uang industri otomotif yang manis.
Kenyataannya hanya prototipe yang dihasilkan. Bagaimana itu terjadi? Dulu, balapan F1 merupakan olahraga berbahaya dengan daftar korban cukup banyak. Namun, pada 1960, dengan kematian Chris Bristow, Harry Schell, dan Alan Stacey secara berurutan, organisasi balapan F1 mengubah aturan dan menindaklanjuti perpindahan mesin dalam upaya mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan.

Peraturan resmi mengurangi perpindahan maksimum dari 2.500cc ke 1.500cc. Perubahan ini menarik perhatian insinyur Ducati, Fabio Taglioni yang bekerja membangun mesin. Dia pikir ini bisa bersaing di F1 yang baru.
Ducati F1adalah mesin 1,5 liter V8 dengan katup desmo yang menghasilkan 170 tenaga kuda. Sekarang ini mungkin tidak terdengar terlalu hebat, tetapi saat itu sangat kompetitif.
Secara kebetulan, pada saat Taglioni mendesain mesin, OSCA-Maserati sedang mencari mesin baru untuk tim F1. Sayang kerja sama ini kandas terkait masalah keuangan karena Maserati tidak mampu membeli
mesin Ducati.
Desmo V8 pun tidak pernah diproduksi dan sekarang hanya menjadi catatan dalam sejarah Ducati. Pertanyaannya, bagaimana bila Ducati saat itu terjun di balapan F1? Ceritanya mungkin akan lain.
Editor: Dani M Dahwilani