Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hadapi Serbuan Mobil China, Uni Eropa Ubah Strategi Akan Kendalikan Harga Kendaraan
Advertisement . Scroll to see content

Usai Disubsidi, Penjualan Mobil Listrik Merangkak Naik Segini Jumlahnya

Senin, 15 Mei 2023 - 13:09:00 WIB
Usai Disubsidi, Penjualan Mobil Listrik Merangkak Naik Segini Jumlahnya
Dengan kebijakan tersebut, membuat harga mobil listrik turun hingga Rp70 juta setelah subsidi diterapkan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id– Program insentif pemerintah untuk mobil listrik berupa potongan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) telah dimulai sejak 1 April 2023. Setelah alami penurunan penjualan di awal 2023, menarik untuk melihat seberapa besar pemesanan mobil listrik usai disubsidi.

Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif potongan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 1 persen, sedangkan 10 persen sisanya akan ditanggung negara. Aturan ini mulai berlaku sejak 1 April 2023 dan hasilnya pun penjualan mobil listrik merangkak naik.

Dengan kebijakan tersebut, membuat harga mobil listrik turun hingga Rp70 juta setelah subsidi diterapkan. Namun, tidak semua mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia mendapatkan insentif potongan PPN. 

Kendaraan listrik tersebut harus memenuhi syarat, seperti sudah dirakit secara lokal dan memiliki nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.

Regulasi tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 38 tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah tahun Anggaran 2023.

Berdasarkan penelurusan di laman P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) yang dikelola Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hanya ada dua model mobil listrik yang berhak menerima insentif, yakni Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV.

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) mendapatkan sertifikat Ioniq 5 pada 12 April 2022 dengan nomor 994/SJ-IND.8/TKDN/4/2022. Di dalamnya terdapat nilai TKDN Hyundai Ioniq 5 sebesar 40,00 persen.
Sedangkan PT SGMW Motor Indonesia menerima sertifikat untuk Wuling Air EV pada 12 Agustus 2022. Mobil listrik kompak tersebut memiliki nilai TKDN sedikit lebih besar, yakni 40,04 persen.

Lantas, seberapa besar penjualan mobil listrik setelah pemerintah mengumumkan besaran insentif untuk kendaraan ramah lingkungan tersebut? Berdasarkan data distribusi wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada peningkatan penjualan mobil listrik pada April 2023.

Dari total keseluruhan mobil listrik yang dijual di Indonesia, tercatat 1.333 unit terdistribusi dari pabrik ke diler. Jumlah tersebut naik sebesar 1.112 unit dari bulan sebelumnya atau Maret 2023.

Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik paling laris sepanjang April 2023 dengan total penjualan 716 unit. Sementara posisi kedua diisi oleh Wuling Air EV yang mengirimkan 450 unit dari pabrik ke diler.

Berikut penjualan mobil listrik sepanjang April 2023:
Hyundai Ioniq 5: 716 unit
Wuling Air ev: 450 unit
BMW iX xDrive40 A/T: 54 unit
BMW i440 Gran Coupe A/T: 15 unit
DFSK Gelora E: 13 unit
Mercedes-Benz EQS 450: 11 unit
Nissan Leaf: 9 unit
Mini Cooper SE Hatch A/T: 6 unit
KIA EV6: 8 unit
Lexus UX300e: 2 unit
MG ZS EC: 1 unit

Editor: Ismet Humaedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut